Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya keberagaman sebagai jati diri bangsa Indonesia dalam peringatan Natal Nasional. Acara tersebut berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin (5/1/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden menyatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari berbagai suku, etnis, ras, agama, dan budaya.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 1.700 kelompok etnis dengan beragam bahasa daerah. “Kita adalah bangsa yang sangat besar. Para pakar menghitung kelompok etnis di Indonesia mencapai 1.700, dengan bahasa daerah yang sangat banyak. Kita di bumi Nusantara ini, suku-suku kita menganut agama yang berbeda-beda, tetapi kita bisa bersatu, kita bisa hidup sebagai satu bangsa, satu Nusa yang memiliki satu bahasa karena kita punya niat yang sama. Kita ingin meraih kehidupan yang baik bersama,” ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa keberadaan bangsa Indonesia adalah takdir dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri. Ia menyebutkan bahwa Indonesia kini menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. “Saya merasa besar hati, saya merasa bangga mendapat kehormatan besar menjadi presiden dari sebuah negara yang sangat besar, jumlahnya keempat terbesar di dunia. Negara sebesar Eropa; Eropa ada 27 negara, kita satu negara,” lanjutnya.
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang relatif damai di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan konflik di berbagai kawasan. Meskipun terdapat perbedaan pandangan dan persaingan, Presiden menilai bahwa bangsa Indonesia mampu hidup harmonis. “Kita mengerti, negara sebesar ini pasti ada perselisihan paham, ada konflik, ada perseteruan, ada persaingan. Tetapi secara umum, bangsa-bangsa lain mulai melihat bangsa Indonesia, bahwa bangsa sebesar ini dapat hidup dengan harmoni, saling menghormati, dan saling mencintai,” ungkap Presiden.
Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya bersama jajaran Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja keras dalam melayani rakyat Indonesia. “Karena itu saya bersama para pembantu saya bekerja sangat keras,” pungkasnya. (BPMI Setpres/Humas Kemensetneg)






















