Headline.co.id, Manggarai ~ Tim SAR Gabungan Maritim Labuan Bajo melanjutkan operasi pencarian hari kesebelas untuk korban hilang akibat tenggelamnya kapal phinisi KM Putri Sakinah. Operasi ini dimulai pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 06.00 WITA, dan berfokus di perairan Pulau Serai, Loh Kerbau Pulau Rinca, Pulau Padar, hingga kawasan Pulau Komodo dalam wilayah Taman Nasional Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Operasi ini dipimpin oleh KBO Sat Polairud Polres Manggarai Barat IPDA Hendro Manurung bersama Kepala Koordinator Kantor SAR (Basarnas) Labuan Bajo. Puluhan personel dari berbagai instansi maritim terlibat, termasuk Basarnas, Ditpolairud Polda NTT, Sat Polairud Polres Manggarai Barat, Baharkam Polri, Gakum, Lanal Labuan Bajo, Syahbandar, KPLP Dirjen Hubla, serta kru speed boat dan perahu pendukung.
Berbagai alat utama SAR dikerahkan, seperti beberapa unit Rigid Inflatable Boat (RIB), Kapal KN SAR Punta Dewa 250, Kapal KN Grantin KPLP, speed boat Gakum dan GT One, serta perahu open deck. Pencarian dilakukan dengan penyisiran permukaan laut, pemantauan bawah air menggunakan sonar system detection, dan penurunan ROV (drone bawah air) di titik-titik yang telah ditentukan sesuai rencana operasi hari kesebelas.
Korban yang masih dalam pencarian adalah dua anak warga negara asing asal Spanyol, Martin Garcia Mateo dan Martines Ortuno Enriquejavier, masing-masing berusia 10 tahun. Mereka dilaporkan hilang sejak tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan sekitar Pulau Padar.
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sejumlah area strategis, termasuk Perairan Pulau Serai, Perairan sekitar LKM, Perairan Selatan dan Utara Pulau Padar, Selat Padar, serta Perairan Utara dan Selatan Pulau Rinca. Pemantauan dasar laut dengan sonar dan ROV dilakukan pada beberapa koordinat yang dicurigai sebagai lokasi potensial.
Hingga pukul 12.00 WITA, hasil pencarian korban masih nihil. Namun, pada pukul 11.18 WITA, tim SAR gabungan dari unsur Searider KSOP menemukan serpihan kapal berupa pintu kamar mandi pada koordinat 08°37’44,138″S – 119°36’39,385″E, dengan jarak sekitar 0,12 nautical mile dan radial 87,36 derajat. Temuan ini menjadi petunjuk penting dalam upaya lanjutan pencarian.
Kepala Koordinator Basarnas Labuan Bajo menyatakan bahwa kendala utama di lapangan adalah arus laut yang kuat dan gelombang tinggi, yang menyulitkan tim untuk menyisir seluruh area pencarian secara maksimal. IPDA Hendro Manurung menekankan pentingnya fokus, solidaritas, dan semangat kemanusiaan dalam menjalankan operasi SAR.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa Polda NTT berkomitmen penuh mendukung pencarian hingga korban ditemukan. “Polda NTT bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya secara maksimal dan profesional dalam pencarian korban KM Putri Sakinah. Meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca, gelombang tinggi, dan arus kencang, semangat kemanusiaan menjadi landasan utama kami untuk tidak menyerah,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Operasi pencarian akan dilanjutkan pada hari ke-12, Selasa, 6 Januari 2026, mulai pukul 06.00 WITA. Fokus pencarian akan diarahkan ke wilayah Selat Padar Utara dan perairan sekitarnya, dengan dukungan peralatan SAR bawah laut milik Ditpolairud Polda NTT, seperti ROV, sonar system, DPV, Seabob, dive thruster, dan binocular. Polda NTT mengimbau seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan dan doa agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan. Operasi SAR ini merupakan wujud nyata sinergi dan kepedulian seluruh insan maritim dalam misi kemanusiaan di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.




















