Headline.co.id, Bojonegoro ~ Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menyelesaikan pembangunan sembilan embung di berbagai kecamatan untuk memperkuat ketahanan pangan dan memastikan ketersediaan air baku bagi sektor pertanian. Berdasarkan data terbaru, pembangunan di sembilan lokasi tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen. Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Bojonegoro, Bungku Susilowati, menyatakan bahwa embung-embung ini dibangun di lokasi strategis, termasuk Kecamatan Kasiman, Padangan, Ngasem, Sumberrejo, Kedungadem, Sugihwaras, dan Balen.
Bungku Susilowati menjelaskan bahwa beberapa embung mencatat capaian volume fisik yang melampaui rencana awal berkat optimalisasi lahan untuk meningkatkan kapasitas tampungan air. Misalnya, embung di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, mencapai realisasi volume 8.204 meter kubik, sedangkan embung di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, mencapai 8.718 meter kubik. Selain itu, embung di Kecamatan Kedungadem yang terletak di Desa Duwel Paket 1, Desa Duwel Paket 2, dan Desa Kedungadem juga menunjukkan total volume realisasi yang signifikan.
“Seluruh paket pekerjaan pembangunan embung ini telah mencapai target fisik 100 persen. Kami berharap infrastruktur ini segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk mengairi lahan pertanian saat debit air sungai mulai menurun,” ujar Bungku Susilowati pada Senin (5/1/2026).
Lokasi pembangunan embung yang telah selesai meliputi Desa Ngaglik di Kecamatan Kasiman, Desa Banjarejo di Kecamatan Padangan, Desa Ngasem di Kecamatan Ngasem, Desa Mlinjeng di Kecamatan Sumberrejo, Desa Duwel (Paket 1) di Kecamatan Kedungadem, Desa Duwel (Paket 2) di Kecamatan Kedungadem, Desa Kedungadem di Kecamatan Kedungadem, Desa Siwalan di Kecamatan Sugihwaras, dan Desa Kedungdowo di Kecamatan Balen.
Bungku berharap dengan selesainya pembangunan sembilan embung tersebut, produktivitas pertanian di wilayah sasaran dapat meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan.




















