Headline.co.id, Bencana Banjir Yang Melanda Provinsi Aceh Telah Berdampak Signifikan ~ mempengaruhi 955.322 jiwa atau sekitar 214.940 Kepala Keluarga yang kini memerlukan bantuan mendesak, terutama dalam akses layanan kesehatan. Menanggapi situasi ini, Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) telah mengirimkan tim medis Tanggap Bencana ke daerah terdampak pada Rabu (3/12) lalu sebagai bentuk respons cepat dan solidaritas kemanusiaan.
Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B(K)Onk., menjelaskan bahwa tim yang diberangkatkan adalah bagian dari Academic Health System (AHS) UGM, yang menggabungkan berbagai unit kesehatan universitas. Tim ini bertugas untuk melakukan eksplorasi kebutuhan, asesmen lapangan, dan memberikan layanan kesehatan awal. “Kami memberangkatkan sebanyak 15 tenaga medis dan relawan dengan komposisi: 6 personel dari RSA UGM, 6 personel dari RSUP Dr. Sardjito (RSS), dan 3 personel dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro,” ujarnya dalam wawancara pada Senin (8/12).
Dr. Darwito menambahkan bahwa tim gabungan ini akan bertugas selama satu minggu, dengan kemungkinan rotasi personel sesuai kebutuhan. Dalam misi ini, turut serta dokter bedah, dokter anestesi, serta tim kamar operasi, lengkap dengan dukungan sarana dan prasarana. Setelah satu minggu, tim berikutnya akan diberangkatkan dengan membawa laporan hasil asesmen serta tambahan logistik lanjutan. “Pada fase pasca-bencana, kami juga kemungkinan akan mengirimkan psikolog dan psikiater untuk membantu pemulihan mental para penyintas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” tambahnya.
Selain mengirimkan tenaga kesehatan yang kompeten, tim ini juga dilengkapi dengan obat-obatan dan perbekalan kesehatan. Paket obat-obatan ini disiapkan khusus untuk menangani penyakit yang umum muncul pasca-banjir, seperti penyakit kulit, gangguan pencernaan, ISPA, dan kebutuhan pertolongan pertama lainnya.
Dr. Wahyu Kartiko Tomo, perwakilan dari Hospital Disaster Plan RSA UGM, menjelaskan bahwa kesiapan tim tidak hanya dari sisi personel, tetapi juga kelengkapan medis. Pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari prosedur tetap respons bencana UGM yang telah teruji. “Keberangkatan relawan tim medis dari rumah sakit UGM ini sudah beberapa kali dilakukan. Setiap ada bencana, kita selalu memberikan respon pengiriman tenaga medis beserta dukungan logistik ke lokasi bencana,” ungkap Wahyu.
Dr. Darwito juga menyatakan bahwa Tim AHS UGM akan segera mendirikan pos layanan kesehatan setibanya di lokasi dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk distribusi obat-obatan kepada pengungsi yang membutuhkan. Langkah ini menegaskan peran UGM sebagai universitas kerakyatan yang senantiasa hadir melalui pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada pemulihan kondisi bangsa pasca-bencana. “Harapannya, dengan tenaga medis dan obat-obatan yang kita bawa, kita sebagai warga negara bisa saling membantu dan meringankan beban mereka di sana,” harap Darwito.





















