Headline.co.id, Jogja ~ Mobilitas mahasiswa dalam program pertukaran dan studi antarnegara kini menjadi indikator penting dalam internasionalisasi pendidikan tinggi. Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Negeri dengan Kinerja Mobilitas Mahasiswa Terbanyak dalam ajang Anugerah Diktisaintek 2025. Penghargaan ini menegaskan posisi UGM dalam jalur menuju World Class University melalui konsistensi kualitas akademik, tata kelola yang baik, serta kerja sama dan pengakuan internasional.
Prof. Gandes Retno Rahayu, Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan fondasi strategis bagi UGM untuk memperluas dampak global tanpa meninggalkan identitas sebagai universitas kerakyatan. Gandes menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi seluruh elemen universitas yang didukung oleh kepemimpinan yang kuat dari rektor dan wakil rektor UGM. “Pencapaian ini merupakan kerja kolektif semua lini di UGM, mulai dari program studi, fakultas/sekolah, dan lintas unit terkait, seperti DKRG, DPP, Ditmawa, DKIA, SPMRU dan juga dukungan alumni,” jelasnya pada Kamis (31/12).
Untuk menarik minat mahasiswa asing, UGM menawarkan berbagai disiplin ilmu melalui program bergelar, mulai dari program reguler dengan kursus bahasa Indonesia di Pusat Bahasa FIB hingga program internasional untuk tingkat sarjana dan pascasarjana. Skema Double Degree (DD) dan Joint Degree (JD) menjadi ujung tombak dalam pertukaran mahasiswa dan dosen dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri. Menurut Gandes, program ini memberikan nilai tambah bagi civitas akademika UGM dalam berinteraksi dengan mahasiswa dan dosen dari negara lain, memperluas wawasan, dan berbagi praktik baik dalam pembelajaran.
Gandes menambahkan bahwa internasionalisasi melalui gelar bersama ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Program ini tidak hanya memobilisasi mahasiswa tetapi juga menyelaraskan standar akademik, kurikulum, dan pengakuan global. Untuk mendukung operasional mobilitas tersebut, UGM telah menyiapkan ekosistem pendanaan yang kuat. “Berbagai program bergelar di atas didukung dengan berbagai beasiswa dari berbagai sumber pendanaan, misalnya TIAS, KNB, Erasmus ICM+, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Selain beasiswa dari luar, UGM juga menyediakan skema beasiswa internal seperti waive tuition fee, bantuan mobilitas, hingga living allowance sesuai skema kerja sama. “Ke depan, UGM menyiapkan dukungan yang lebih terintegrasi dan proaktif bagi mahasiswa. Fokusnya meliputi harmonisasi kurikulum lintas mitra, penguatan skema pembiayaan, serta layanan pendampingan akademik–administratif satu pintu,” pungkasnya.






















