Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala guna mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatra Utara. Satgas ini akan bertugas mengeruk sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akibat tertimbun tanah dan memanfaatkan aliran airnya untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana. “Satgas ini akan difokuskan pada pendalaman Kuala dan pemanfaatan air di kawasan tersebut,” ujar Menhan pada Jumat (2/1/2025).
Menhan menjelaskan bahwa Satgas Kuala akan dilengkapi dengan sistem penjernihan air yang sebelumnya telah digunakan di berbagai lokasi terdampak bencana. Teknologi ini menggunakan fiber reinforced plastic sebagai tabung filtrasi utama, yang dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan. Air yang diambil dari Kuala akan diolah menjadi air jernih dengan menggunakan sistem water treatment yang dipasang di dua komposisi kapal.
Proses penjernihan air dilakukan melalui beberapa tahap. Setelah filtrasi awal, air akan diproses lebih lanjut menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro. Tahap akhir melibatkan penyinaran ultraviolet (UV) untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya, sehingga air aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Menteri Pertahanan memastikan bahwa Satgas Kuala akan segera beroperasi untuk mendukung pemulihan fasilitas air bersih di wilayah yang terkena bencana. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara.




















