Headline.co.id, Siak ~ Wakil Bupati Siak, Syamsurizal Budi, menyatakan keyakinannya bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak akan mengalami peningkatan pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang membahas capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2025 serta agenda untuk tahun 2026, yang berlangsung pada Senin (29/12/2025).
Syamsurizal menjelaskan bahwa asumsi total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak untuk Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan mencapai Rp2,37 triliun. Namun, struktur APBD masih didominasi oleh belanja wajib, terutama belanja pegawai dan operasional, yang mencapai 82,15 persen dari total anggaran. “Struktur APBD masih didominasi belanja wajib, terutama belanja pegawai dan operasional. Ini menjadi tantangan utama yang harus terus kita efisienkan,” ujarnya.
Sementara itu, belanja pembangunan dan layanan publik hanya mencapai 17,81 persen, dan belanja tidak terduga sebesar 0,04 persen. Rincian belanja operasi meliputi belanja pegawai sebesar Rp1.076.411.322.486,16, belanja barang dan jasa Rp824.265.470.985,00, belanja subsidi Rp38.500.000.000,00, belanja hibah Rp45.658.905.400,00, serta belanja bantuan sosial Rp1.726.876.000,00.
Adapun belanja lainnya terdiri atas belanja modal sebesar Rp188.585.416.821,00 dan belanja transfer Rp233.698.758.700,00. Untuk struktur pendapatan daerah 2026, total pendapatan diproyeksikan sebesar Rp2.370.258.822.007,16. Pendapatan tersebut masih didominasi pendapatan transfer sebesar Rp1.679.889.081.000,00, yang terdiri atas transfer pemerintah pusat Rp1.501.989.081.000,00 dan transfer antar daerah Rp177.900.000.000,00.
Sementara itu, PAD diproyeksikan sebesar Rp690.369.741.007,16, yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah Rp125.924.341.389,00, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp247.424.232.583,00, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp7.595.000.000,00. Syamsurizal menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak akan terus mendorong optimalisasi PAD secara bertahap guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer. “Kami optimistis, dengan pembenahan sistem dan penguatan potensi daerah, PAD Siak bisa terus meningkat pada 2026,” kata dia.
Dalam APBD 2026, Pemkab Siak juga memproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp1.123.728.385,00. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan daerah sebesar Rp14.415.168.835,00, dengan sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun berkenaan sebesar Rp13.291.440.450,00. Selain itu, Wabup memaparkan progres pembayaran tunda bayar Tahun Anggaran 2024 dengan total kewajiban sebesar Rp326.945.724.215,41. Hingga 26 Desember 2025, realisasi pembayaran telah mencapai Rp206.014.420.943,91 atau 63,01 persen.
“Sisa tunda bayar masih Rp120.931.303.271,50, dengan Rp49,23 miliar direncanakan dibayar pada 2025 dan Rp71,69 miliar digeser ke 2026,” jelas dia. Meski menghadapi tantangan fiskal, Syamsurizal menegaskan komitmen Pemkab Siak untuk terus melakukan efisiensi anggaran. Sebanyak 17 program prioritas dan layanan masyarakat tetap menjadi fokus, meliputi penguatan fiskal desa, peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, penyediaan fasilitas publik, serta penguatan pengelolaan aset daerah.






















