HeadLine.co.id, (Kesehatan) – Masuknya virus Corona di Indonesia menimbulkan kepanikan bagi masyarakat. Berbagai upaya dilakukan guna mencegah terjangkitnya virus tersebut, salahn satunya adalah penggunaan hand sanitizer. Tidak jarang orang terus menerus memakainya dengan alasan sebagai upaya pencegahan.
Padahal penggunaan hand sanitizer juga ada aturannya. Hal ini dijelaskan oleh Dokter spesialis kulit dari DNI Skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK. Dia menjelaskan hand sanitizer tidak boleh terlalu sering pakai, kandungannya harus diperhatikan, dan kapan saja kita harus memakainya.
“Digunakan saat kontak dengan orang sakit, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin yang menggunakan telapak tangan untuk menutupinya,” jelas dr Darma pada Sabtu (07/03).
Selain itu, dia juga menjelaskan karena virus Corona dapat menular melalui mukosa seperti hidung, mata dan mulut maka sebelum bersentuhan dengan area itu perlu menggunakan antiseptik.
Baca Juga: Viral! Suami Robohkan Rumah Dengan Alat Berat, Diduga Istri Selingkuh Dengan Pria Lain Sampai Hamil
Agar lebih efektif dalam membasmi kuman, dr Darma juga menyarankan untuk menggunakan hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol, minimal 60 persen. Jika menggunakan produk hand sanitizer yang non alkohol mungkin tidak akan bisa mengusir beberapa jenis kuman tertentu.
“Bahkan itu bisa membuat kuman kebal terhadap zat yang ada pada hand sanitizer dan mungkin menimbulkan iritasi pada kulit,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan berdasarkan Pedoman Pencegahan Infeksi (PPI) jika sudah menggunakan hand sanitizer sebanyak 5 kali, harus dilanjutkan dengan cuci tangan. Ini dilakukan sebelum menggunakan cairan itu kembali.



















