Headline.co.id, Langgur ~ Obetnego Alexander Ngabalin, seorang tenaga kesehatan dari Kabupaten Maluku Tenggara, berhasil menjadi kandidat dalam Sidang Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi. Acara ini berlangsung pada Jumat (28/11/2025), dan Ngabalin menjadi peserta pertama pada sesi kedua presentasi. Ia merupakan satu-satunya ASN dari Provinsi Maluku yang berhasil mencapai forum nasional tersebut.
Ngabalin bukanlah sosok baru dalam dunia prestasi. Sebelumnya, ia telah terpilih sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Nasional oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2024. Selain itu, ia juga pernah mewakili Indonesia dalam kegiatan benchmarking di Singapura dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik Diklat Anestesi RS PGI Cikini pada tahun 2010.
Inovasi yang membawanya menjadi kandidat KPLB adalah pengembangan Post Anesthesia Care Unit (PACU) di RSU Karel Sadsuitubun, Kabupaten Maluku Tenggara. PACU adalah unit pemulihan pasien pascaanestesi sebelum dipindahkan ke ruang perawatan lanjutan seperti ICU atau HCU. Di unit ini, dokter anestesi bekerja sama dengan perawat atau penata anestesi untuk memantau kondisi pasien hingga stabil.
Pelayanan anestesi yang dikembangkan mencakup anestesi regional, anestesi umum, anestesi lokal, pelayanan kegawatdaruratan, hingga manajemen nyeri. Inovasi PACU dinilai mampu meningkatkan standar keselamatan pasien dan mempercepat proses pemulihan pascaoperasi. Dengan rekam jejak tersebut, Ngabalin telah empat kali mengharumkan nama Maluku Tenggara di tingkat nasional hingga internasional.
Pada sidang KPLB, peserta dinilai berdasarkan lima indikator utama: originalitas inovasi, kemanfaatan, efektivitas dan efisiensi, pengakuan dan penghargaan, serta daya ungkit terhadap pembangunan. Inovasi PACU disebut memberikan dampak signifikan bagi peningkatan layanan kesehatan di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Ngabalin menegaskan bahwa keterbatasan daerah tidak boleh menjadi hambatan untuk berinovasi.
“Kita berasal dari daerah DTPK, tetapi itu bukan hambatan. Justru ini peluang untuk menunjukkan talenta terbaik daerah ke pentas nasional,” ujarnya di Langgur, Minggu (30/11/2025). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Kementerian Kesehatan, dan seluruh pihak yang mendukungnya hingga dapat tampil dalam seleksi nasional di kantor BKN RI, Jakarta. Dukungan tersebut disebutnya sebagai wujud komitmen bersama dalam mendorong ASN daerah agar mampu bersaing secara nasional.
Sidang KPLB 2025 diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus motivasi bagi ASN di seluruh Indonesia agar terus menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui program ini, pemerintah mendorong tumbuhnya budaya kerja yang kompetitif, kreatif, dan solutif sehingga pelayanan publik bergerak menuju standar yang lebih profesional dan berkelanjutan. Kehadiran figur seperti Obetnego Ngabalin menunjukkan bahwa KPLB tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga membuka peluang bagi praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai daerah, terutama wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya.




















