Headline.co.id, Langgur ~ Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pertanian berupaya keras mencapai swasembada pangan dengan memaksimalkan potensi pertanian lokal. Langkah ini melibatkan penataan aset alat dan mesin pertanian (alsintan) serta peningkatan produksi komoditas lokal seperti umbi-umbian, sayuran, padi gogo, dan beras merah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara, Joseph Dumatubun, menyatakan bahwa penguatan sektor pangan merupakan instruksi langsung dari Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun. Tujuan utama dari upaya ini adalah memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Seluruh potensi pertanian harus digarap maksimal untuk mendukung cita-cita swasembada pangan di Maluku Tenggara,” ujar Joseph setelah menyerahkan bantuan alsintan, benih, pupuk, dan sarana prasarana pertanian kepada kelompok tani di halaman Kantor Bupati Maluku Tenggara, Sabtu (29/11/2025).
Sejak awal menjabat, Joseph telah melakukan inventarisasi terhadap seluruh alsintan yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat sejak 2017 hingga 2022. Ia mengungkapkan bahwa banyak aset belum berstatus hibah resmi, sehingga menyulitkan pemerintah daerah dalam penganggaran perawatan.
“Komunikasi dengan Kementerian Pertanian sudah kami lakukan. Puji Tuhan, sejak Februari 2025 sudah ada 11 traktor yang resmi dihibahkan menjadi aset daerah dan sudah dianggarkan pemeliharaannya,” jelasnya.
Ke depan, seluruh alsintan akan dikelola sebagai brigade dinas, bukan lagi dimiliki kelompok tani tertentu. Kebijakan ini diterapkan untuk menghindari ego kelompok serta memastikan pemanfaatan alat secara merata bagi seluruh petani. Petani hanya diwajibkan menanggung biaya bahan bakar dan pelumas saat menggunakan alsintan, sementara operator bersertifikat akan ditugaskan menjaga kelayakan alat.
“Kalau dibiarkan dipakai sembarangan, alat cepat rusak. Jadi harus ada operator berlisensi yang mengendalikan,” tegas Joseph.
Selain itu, Dinas Pertanian juga mendapat tugas mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan ketersediaan bahan pangan lokal, terutama sayuran. Saat ini, pihaknya sedang menginventarisasi lokasi dapur MBG dan menyiapkan lahan pertanian di sekitarnya agar distribusi bahan pangan lebih efisien.
“Kita harus jadi tuan rumah di negeri sendiri untuk penyediaan sayur,” ujarnya.
Joseph berharap bantuan alsintan dan benih yang disalurkan dapat menjadi stimulan peningkatan pendapatan petani sekaligus membantu pemenuhan gizi masyarakat. Dinas Pertanian juga berkomitmen melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja kelompok tani.
“Kalau kelompok menunjukkan kinerja baik, tentu akan menjadi prioritas bantuan selanjutnya. Namun jika tidak, akan kami evaluasi,” tutupnya.




















