Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo telah resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Tahun Anggaran 2026. Pengesahan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-65 yang dihadiri oleh Gubernur Gusnar Ismail dan Ketua DPRD Idrus M.T Mopili, yang menandatangani berita acara persetujuan.
Proses pembahasan APBD 2026 dimulai sejak 8 September dan mencapai finalisasi pada 26 November 2025. Dalam pembahasan tersebut, Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati struktur APBD 2026. Pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp1,537 triliun, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp440,63 miliar, pendapatan transfer Rp1,096 triliun, dan pendapatan daerah lainnya yang sah sebesar Rp400 miliar.
Sementara itu, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp1,598 triliun, yang mencakup belanja operasi sebesar Rp1,346 triliun, belanja modal Rp92,29 miliar, belanja tidak terduga Rp6,77 miliar, dan belanja transfer Rp153,40 miliar. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp78,04 miliar, pengeluaran pembiayaan Rp16,93 miliar, serta pembiayaan netto sebesar Rp61,10 miliar.
Semua fraksi di DPRD menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026 dan mengusulkan agar segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) untuk kemudian dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri. DPRD juga memberikan apresiasi kepada gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas sinergi yang terjalin selama proses pembahasan.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas selesainya pembahasan RAPBD 2026. Gusnar menekankan bahwa proses pembahasan berlangsung intensif dan melibatkan komitmen besar dari seluruh jajaran eksekutif maupun legislatif. “Setelah melewati proses panjang pembahasan, alhamdulillah kemarin sore kita bersepakat mengesahkan RAPBD 2026 menjadi APBD 2026. Saya menyampaikan banyak terima kasih atas pembahasan yang tidak kenal lelah. Saya mengikuti perkembangan dari hari ke hari, dan melihat sendiri bagaimana kesungguhan seluruh pihak dalam memastikan APBD ini tersusun dengan baik,” ujar Gusnar, Sabtu (29/11/2025).
Lebih lanjut, Gusnar berharap agar APBD 2026 dapat menjadi instrumen pembangunan yang lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fiskal di tengah keterbatasan kapasitas anggaran yang dimiliki Gorontalo, terutama ketika masyarakat mengharapkan pelayanan publik dan pembangunan yang semakin cepat. “Kita sadar semua bahwa dibandingkan dengan daerah lain, ya memang kita dengan posisi fiskal yang sangat rendah. Tetapi alhamdulillah yang diukur bukan itu, melainkan keseriusan kita membelanjakan tepat waktu dan juga pendapatan yang konsisten setiap hari, setiap minggu, setiap bulan meningkat,” ujar Gusnar. (mcgorontaloprov/mila)





















