Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia kini berada di jalur yang kuat menuju swasembada beras, lebih cepat dari target awal empat tahun. Hal ini berkat dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto melalui penyederhanaan regulasi, percepatan pembiayaan, dan langkah-langkah strategis lintas kementerian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia diprediksi mencapai swasembada pangan pada 31 Desember, lebih cepat dari target awal.
Dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (23/11/2025), Mentan Amran menjelaskan bahwa pemerintah memiliki rencana besar untuk memperkuat peternakan rakyat. Rencana ini meliputi pembangunan pabrik pakan dan fasilitas produksi DOC di 12 titik tahap pertama dan 18 titik tahap kedua, dengan nilai proyek mencapai Rp20 triliun. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga pakan, vaksin, dan obat-obatan serta melindungi 3,7 juta peternak di seluruh Indonesia.
Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah sedang mengkaji regulasi baru terkait harga jagung untuk pakan dan harga penjualan telur. “Kami siapkan HPP, HPP harus dijaga dengan baik. Jadi, harga pokok penjualan peternakan juga telur, kemudian ada nanti HET untuk pakan. Sehingga harga tidak jauh berfluktuasi,” jelasnya.
Di sektor perberasan, Mentan Amran memaparkan bahwa stok akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Untuk menjaga stabilitas stok dan memaksimalkan panen Februari 2026, pemerintah menyiapkan pembangunan Rice Milling Unit (RMU) dan penambahan gudang nasional dengan anggaran sebesar Rp5 triliun. “Bapak Presiden sudah perintahkan agar persiapan menyerap gabah beras bulan Februari, ini tinggal 2 bulan, itu butuh gudang,” ungkap Mentan Amran.
Pemerintah juga telah menghentikan impor beras dan mulai menurunkan kebutuhan impor jagung. Dengan tren produksi yang terus meningkat, Indonesia menargetkan tidak lagi mengimpor jagung mulai tahun depan. “Sekarang ini produksi jagung, produksi beras, alhamdulillah baik, kita stop impor untuk beras. Dan mudah-mudahan jagung menyusul tahun ini, kita kurangi tahun depan, mudah-mudahan tidak ada impor lagi untuk jagung,” pungkasnya.




















