Headline.co.id (Batam) ~ Pantai Camar Teluk Mata Ikan, Nongsa, kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Festival Mancing Ngarong V, sebuah acara tahunan yang kali ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Bakti TNI AU ke-78. Lebih dari sekadar ajang memancing, festival ini menjadi simbol pelestarian budaya dan penguat kohesi sosial masyarakat Batam.
Baca juga: Pencurian di Ponpes Al Munawir Bantul, Lima HP Santri Raib Saat Subuh
Dilansir Headline Media dari bangsanews Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, hadir dan memberikan sambutan hangat dalam pembukaan acara. Ia menekankan pentingnya kegiatan berbasis tradisi sebagai alat pemersatu warga sekaligus pendorong sektor pariwisata.
“Festival seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi perekat sosial yang memperkuat rasa kebersamaan masyarakat. Kita juga ingin menjadikan acara ini sebagai magnet wisata yang mampu menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara,” ujar Amsakar.
Tradisi Lokal yang Sarat Makna
Festival Mancing Ngarong telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Batam. Bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi menyangkut nilai-nilai budaya yang diturunkan lintas generasi.
Baca juga: Tabrak Lari di Depan Bank Mandiri Bantul, Dua Perempuan Terluka
Kegiatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kearifan lokal. Warga dari berbagai penjuru kota berkumpul, berbaur tanpa sekat, dan menikmati kebersamaan dalam balutan tradisi yang kaya akan makna.
Tak hanya orang dewasa, generasi muda pun dilibatkan agar memahami praktik memancing tradisional dan pentingnya kelestarian lingkungan laut.
“Anak-anak muda perlu tahu bahwa tradisi ini adalah bagian dari identitas kita. Sekaligus, ini menjadi cara untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini,” tambah Amsakar dilansir Headline.co.id dari Bangsa News.
Pariwisata Budaya, Aset Masa Depan Batam
Festival ini juga memperlihatkan arah baru dalam pengembangan pariwisata Batam. Bukan hanya mengandalkan atraksi modern, pemerintah mulai mengangkat budaya lokal sebagai kekuatan baru dalam menarik wisatawan.
Baca juga: Ditemukan Meninggal Saat Bekerja, Seorang Pria Tewas di Area Track Lari Pacuan Kuda SSA Bantul
Dengan menjadikan Festival Mancing Ngarong sebagai agenda rutin dalam kalender pariwisata, Batam diharapkan memiliki daya saing yang unik di tengah ketatnya persaingan destinasi wisata di Indonesia.
“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang tidak melupakan akar budayanya, namun tetap terbuka dan ramah bagi wisatawan,” jelas Amsakar.
Kolaborasi Jadi Kunci Sukses
Suksesnya penyelenggaraan festival ini juga tak lepas dari kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pemerintah, masyarakat, hingga pihak swasta bersatu demi satu tujuan: membangun Batam yang lebih maju, harmonis, dan berdaya saing.
Baca juga: Transfer Data Indonesia–AS Berpeluang Majukan Perdagangan Digital, tapi Perlu Tiga Pilar Keamanan
Semangat gotong royong yang tercermin dari kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi bisa menciptakan dampak positif secara luas.
“Festival ini menunjukkan bahwa kolaborasi adalah modal utama kita. Dengan kerja sama, kita bisa mewujudkan Batam yang tak hanya indah, tetapi juga membanggakan,” pungkas Amsakar.
Melalui Festival Mancing Ngarong, Batam meneguhkan dirinya sebagai kota yang menghormati warisan budaya, membangun kebersamaan, dan melangkah maju dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.




















