Headline.co.id (Jakarta) – Di tengah proses penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengeluarkan peringatan keras. Bukan soal teknis penyaluran, melainkan tentang ancaman siber yang kini mengintai jutaan pekerja: tautan palsu berkedok BSU.
Modusnya tampak rapi. Ada logo resmi, ada janji pencairan dana, bahkan ada tampilan situs yang menyerupai kanal pemerintah. Tapi semua itu jebakan.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, membeberkan fakta mengejutkan: pihaknya menemukan situs palsu yang mengatasnamakan BSU 2025. Salah satunya beralamat di https://layanan-bsu2.kem-naker.com/, yang dipastikan bukan bagian dari kanal resmi pemerintah.
“Informasi resmi BSU hanya di bsu.kemnaker.go.id. Selain itu, waspada! Itu situs bodong yang berbahaya dan bisa mencuri data pribadi Anda,” tegas Sunardi, Rabu (16/7/2025).
Dibungkus Rapi, Berniat Mencuri
Modus penipuan ini dikenal sebagai phishing. Korbannya diarahkan untuk mengisi data pribadi seperti NIK, nomor rekening bank, hingga nama ibu kandung. Dari tampilan, situs palsu itu memang tampak meyakinkan. Namun isinya jebakan digital yang bisa berujung pada pencurian identitas, pembukaan rekening ilegal, bahkan penyalahgunaan data untuk pinjaman online.
“Kalau sudah terlanjur mengisi data di situs palsu, segera lapor ke polisi atau lembaga berwenang. Ini sudah ranah pidana,” tegas Sunardi.
BSU 2025: Bantuan untuk yang Berhak, Bukan untuk Penipu
Sebagai informasi, BSU 2025 diberikan kepada pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan. Besarannya Rp300.000 per bulan selama dua bulan (Juni–Juli) yang dibayarkan sekaligus Rp600.000 melalui bank atau Kantor Pos.
Proses penyaluran dilakukan melalui:
- Bank Himbara: BRI, BNI, BTN, Mandiri, BSI
- Kantor Pos: Untuk pekerja tanpa rekening aktif
- Tanpa potongan sepeser pun
- Data penerima diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker
Sunardi mengingatkan, penyaluran ini bukan hanya soal uang, tetapi tentang menjaga kepercayaan masyarakat.
“Literasi digital adalah pertahanan pertama kita. Jangan mudah tergiur. Cek dulu, baru percaya,” ujarnya.
Panduan Aman Mengakses Informasi BSU
Kemnaker membagikan panduan praktis agar masyarakat tidak terjebak:
- Pastikan situs resmi beralamat di https://bsu.kemnaker.go.id
- Periksa apakah alamat situs menggunakan HTTPS
- Jangan klik tautan dari pesan berantai di WhatsApp atau media sosial
- Jangan berikan data pribadi di situs yang tidak resmi
- Gunakan aplikasi resmi seperti SIAPKerja dari Kemnaker
Jaga BSU, Jaga Kepedulian Sosial
Sunardi juga mengajak masyarakat untuk aktif mengedukasi lingkungan sekitar. Jangan biarkan penipu digital merusak tujuan mulia program pemerintah ini.
“Ini tanggung jawab bersama. BSU dirancang sebagai bantalan ekonomi, agar banyak keluarga bisa tetap bertahan. Jangan sampai dirusak oleh oknum penipu,” pungkasnya.
Sebagai catatan, BSU bukan sekadar angka di rekening, melainkan wujud nyata dari kepedulian negara kepada para pekerja. Mari kawal bersama agar bantuan ini benar-benar sampai kepada yang berhak.


















