Headline.co.id (Jakarta) — Langkah strategis menuju sistem kesehatan Indonesia yang lebih tangguh dan merata kembali digulirkan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan teknologi kesehatan global, Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA), dalam upaya memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional.
Kerja sama ini mencakup pengembangan kapasitas klinis, digitalisasi layanan kesehatan, hingga pembangunan pusat pelatihan dan pusat layanan teknis yang bertujuan meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan di seluruh pelosok negeri.
Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian penting dari visi jangka panjang pemerintah dalam reformasi kesehatan.
“Penandatanganan MoU dengan Philips ini menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk terus berinovasi dalam pelayanan kesehatan. Ini adalah investasi vital untuk membangun masa depan kesehatan Indonesia yang lebih tangguh dan berdaya saing,” ujar Kunta pada Kamis (19/6).
Tiga Pilar Kolaborasi
Kesepakatan ini berfokus pada tiga pilar utama transformasi sistem kesehatan:
- Penguatan Kapasitas Klinis:
Kemenkes dan Philips akan mengembangkan program pelatihan komprehensif bagi tenaga kesehatan, dengan penekanan khusus pada bidang radiologi, kardiovaskular, dan prosedur intervensional. Langkah ini diharapkan dapat menjawab tantangan kekurangan tenaga ahli sekaligus meningkatkan standar pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan. - Pusat Pelatihan dan Layanan Teknis:
Pusat ini akan didirikan untuk mendukung pengelolaan siklus hidup perangkat medis dan memastikan teknologi kesehatan digunakan secara optimal. Kehadiran pusat ini juga membuka akses lebih luas terhadap teknologi mutakhir, terutama di daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau. - Integrasi Sistem Kesehatan Digital:
Melalui digitalisasi sistem, kolaborasi ini berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat mutu layanan secara menyeluruh. Sistem yang terintegrasi akan mempercepat akses data, meningkatkan diagnosis, serta mempercepat tindakan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Komitmen Jangka Panjang
Nota Kesepahaman ini menjadi pijakan awal dari serangkaian kerja sama jangka panjang yang akan dirinci dalam bentuk perjanjian teknis oleh direktorat terkait, seperti Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kesehatan Lanjutan, serta Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri R. Dharmawan, menyambut hangat kolaborasi ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap masa depan kesehatan Indonesia.
“Bersama-sama, kita akan melatih tenaga kesehatan, memperluas adopsi teknologi digital, serta meningkatkan akses layanan kesehatan guna memberikan perawatan yang lebih baik bagi lebih banyak masyarakat,” kata Astri.
Warisan 120 Tahun Philips di Indonesia
Bukan pemain baru, Philips telah hadir dan mendukung sistem kesehatan Indonesia selama lebih dari 120 tahun. Rekam jejak perusahaan ini terlihat dari berbagai kolaborasi strategis dengan institusi kesehatan ternama seperti RSJPD Harapan Kita, Siloam Hospitals, dan Mandaya Royal Hospital Puri. Lewat kemitraan tersebut, Philips menghadirkan teknologi mutakhir dan solusi terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas klinis nasional.
Kolaborasi antara Kemenkes dan Philips ini menandai sebuah babak baru dalam upaya transformasi sistem kesehatan Indonesia—yang tak hanya berbicara soal alat dan teknologi, tetapi juga tentang sumber daya manusia, inovasi, dan keberlanjutan layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.




















