Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Pendidikan

UGM Kukuhkan Profesor Ridi Ferdiana Sebagai Guru Besar Baru UGM Bidang Rekayasa Perangkat Lunak

1205
×

UGM Kukuhkan Profesor Ridi Ferdiana Sebagai Guru Besar Baru UGM Bidang Rekayasa Perangkat Lunak

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM
Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM (Donnie)

Headline.co.id (Jogja) ~ Universitas Gadjah Mada mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM sebagai Guru Besar Fakultas Teknik dalam Bidang Rekayasa Perangkat Lunak. Pengukuhan ini merupakan penghormatan yang diberikan kepada seorang ilmuwan dan akademisi yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang teknologi, khususnya kecerdasan buatan.

Baca juga: 95 Bangunan Rusak Akibat Gempa 6.3 Magnitudo Guncang Nusa Tenggara Timur

Pengukuhan Prof. Ridi Ferdiana sebagai Guru Besar Fakultas Teknik UGM berlangsung dengan megah di Balai Senat UGM pada Kamis (2/11). Dalam pidato pengukuhan berjudul “Digital Sibling AI Platform, Sebuah Platform Dokumentasi Diri Berbasis Kecerdasan Buatan,” Prof. Ridi mengungkapkan pandangannya tentang bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu mengatasi perbedaan dan kesulitan dalam komunikasi saat ini.

Menurut Prof. Ridi, perkembangan teknologi kecerdasan buatan, seperti ChatGPT, telah membawa kemudahan dalam mengurangi kompleksitas komunikasi dan memahami perbedaan pemahaman. Kecerdasan buatan ini dapat berfungsi karena ia mempelajari dari aktivitas komunikasi manusia, sehingga semakin berkualitas data yang diperoleh, semakin presisi kecerdasan buatan dalam memproses dan menyelesaikan komunikasi yang kompleks.

Baca juga: BPBD Lumajang Lakukan Gladi Lapangan Untuk Mitigasi Bencana

Dalam pandangannya, Prof. Ridi juga mengemukakan pentingnya memiliki platform digital yang dapat mendokumentasikan pola-pola komunikasi manusia. Dokumentasi ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh kecerdasan buatan untuk memberikan rekomendasi dan membantu dalam pengambilan keputusan. Salah satu platform yang dia sebutkan adalah “digital sibling,” yang memiliki kemampuan untuk mendokumentasikan pola komunikasi pada tingkat dasar, khususnya komunikasi personal.

Prof. Ridi juga mengenalkan konsep baru yang dia sebut sebagai “Digital sibling AI” atau DiSiAI. DiSiAI adalah digital sibling yang didukung oleh kecerdasan buatan untuk melakukan dokumentasi diri manusia. Dokumentasi diri ini didefinisikan sebagai pemahaman untuk mencatat, mengingat, dan merespons sesuai karakteristik individu yang direkam dalam platform DiSiAI.

Baca juga: Sekjen Kemenag Terima Kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk Optimalisasi JKN

Lebih lanjut, Prof. Ridi menjelaskan bahwa struktur informasi DiSiAI terdiri dari sejumlah data terstruktur dan tidak terstruktur yang diolah menjadi pengetahuan dasar digital sibling. DiSiAI memiliki kemampuan untuk berkomunikasi melalui beberapa kanal, termasuk komunikasi suara, teks, dan visual.

Pentingnya layanan kognitif dalam arsitektur DiSiAI juga diungkapkan oleh Prof. Ridi. Layanan kognitif merupakan kecerdasan buatan berbasis komputasi cloud yang umum digunakan dalam perangkat IoT atau aplikasi yang memerlukan kecerdasan buatan. Perbedaannya dengan pendekatan pembelajaran mesin konvensional, layanan kognitif berbasis Platform as a Services (PaaS), yang memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan kemampuan yang sudah ada dan menambahkan kemampuan emosi (EQ) atau pengetahuan kecerdasan buatan (AI) ke dalam platform DiSiAI tanpa harus melalui serangkaian pembelajaran mesin yang panjang.

Baca juga: Bapanas Apresiasi Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Menjaga Stok Pangan

Pengukuhan Prof. Ridi Ferdiana sebagai Guru Besar Fakultas Teknik UGM ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan kontribusinya terhadap pengembangan platform dokumentasi diri berbasis kecerdasan buatan. Ini adalah langkah besar menuju dunia yang semakin terkoneksi dan cerdas, di mana teknologi dapat membantu kita dalam mengatasi perbedaan dan kesulitan komunikasi yang ada.

Baca juga: Kejati DIY Tetapkan 2 Lurah di Sleman Menjadi Tersangka Penyalahgunaan Tanah Kas Desa, Begini Ceritanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *