Headline.co.id (Merauke) — Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Merauke hari ini dipenuhi semangat kemanusiaan. Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, ratusan orang dari berbagai kalangan—termasuk TNI, Polri, mahasiswa, dan masyarakat umum—berbondong-bondong ikut serta dalam aksi donor darah sukarela.
Kegiatan yang digelar Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Merauke itu bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik tetes demi tetes darah yang disumbangkan, mengalir nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Tercatat sebanyak 174 calon pendonor mendaftarkan diri, dan 140 kantong darah berhasil dikumpulkan. Sisanya, 34 calon pendonor tidak dapat diambil darahnya karena alasan medis.
Ketua PMI Merauke, Dominikus Ulukyanan, dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi, terutama TNI dan Polri yang disebutnya selalu berada di garda depan saat dibutuhkan.
“Momentum ini menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai pentingnya ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan,” ujar Dominikus.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, donor darah disebutnya sebagai elemen penting dalam mendukung sistem kesehatan nasional. Transfusi darah dibutuhkan dalam banyak situasi krusial—dari kecelakaan hingga operasi besar. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan donor darah sebagai budaya dan gaya hidup.
“Hari Donor Darah 2025 ini diharapkan mampu menunjukkan rasa bangga dan nilai-nilai kemanusiaan yang melekat dalam hati setiap pendonor,” tegasnya. “Kebersamaan dan semangat solidaritas ini harus terus dijaga.”
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Neville Muskita, menegaskan pentingnya darah dalam menyelamatkan nyawa. “Satu kantong darah bisa menyelamatkan tiga nyawa. Ini bukan sekadar sumbangan, tapi anugerah bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.
Menurut dr. Neville, Merauke setiap tahunnya membutuhkan sekitar 2.000 kantong darah. Ia pun mengimbau pendonor aktif untuk terus mendonorkan darahnya secara rutin.
“Darah bukan produk pabrik. Tanpa donor, tak ada pengganti. Itu sebabnya, kegiatan seperti ini sangat penting dan harus terus didorong,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, PMI Merauke turut menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan para pendonor sebagai simbol terima kasih atas dedikasi dan kontribusi nyata mereka.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan empati masih kuat tertanam di tengah masyarakat. Di Merauke, solidaritas bukan sekadar kata—ia mengalir dalam nadi dan tetes darah para relawan.





















