Headline.co.id (Gunungkidul) ~ Meskipun program makan gratis di Kabupaten Gunungkidul belum resmi dimulai, persiapan matang terus dilakukan demi memastikan kelancaran dan kesuksesan program nasional tersebut. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), telah mengambil berbagai langkah strategis, termasuk pelatihan penjamah makanan dan pengawasan ketat terhadap kualitas pangan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menegaskan bahwa seluruh penjamah makanan wajib mengikuti pelatihan pengamanan pangan sebelum terlibat dalam program tersebut. Langkah ini bertujuan untuk menjamin kebersihan serta keamanan makanan yang akan disajikan kepada masyarakat.
Baca juga: Kapolda DIY Sapa Warga Depok Parangtritis dalam Jumat Curhat, Ajak Masyarakat Mudah Urus SIM
“Semua penjamah makanan harus sudah mengikuti pelatihan pengamanan makanan. Baru-baru ini, kami juga menerima surat dari Kodim 0730/GK yang meminta pelatihan bagi calon pemasak, pengolah, dan pendistribusi bahan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungkidul,” jelas Ismono.
Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 49 orang telah mendapatkan pembekalan terkait cara memilih bahan makanan yang baik, teknik pencucian, pengolahan, penyimpanan, hingga pemorsian makanan yang sesuai standar. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ini akan menerima sertifikat keamanan pangan.
“Sertifikat ini menjadi bukti bahwa mereka telah memahami standar keamanan pangan. Institusi jasa boga juga diwajibkan memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi,” tambahnya.
Baca juga: Program “Si Dul” Diluncurkan, Satlantas Polres Bantul Perkuat Patroli untuk Kurangi Angka Kecelakaan
Selain pelatihan, Dinas Kesehatan juga menyiapkan anggaran khusus untuk mengantisipasi potensi risiko yang mungkin terjadi selama pelaksanaan program makan gratis. Menurut Ismono, pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk penanganan jika terjadi kasus keracunan makanan.
“Kami berharap tidak ada kasus keracunan, tetapi kami harus tetap siap. Anggaran ini akan digunakan jika diperlukan,” ungkapnya.
Dinkes juga bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memantau pengelolaan sampah di lokasi SPPG, memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga. Selain itu, kualitas bahan baku air untuk kegiatan makan gratis telah diuji dan menunjukkan hasil yang memuaskan.
Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Godean: Sepeda Motor Tabrak Dump Truk, Dua Korban Luka Serius
“Uji bahan baku air sudah kami lakukan, dan alhamdulillah hasilnya cukup baik,” imbuh Ismono.
Dengan berbagai persiapan ini, Dinas Kesehatan Gunungkidul optimistis program makan gratis akan berjalan dengan lancar dan aman bagi masyarakat. Kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, penyedia jasa boga, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu mendukung suksesnya program tersebut.
Baca juga: Polres Gunungkidul Dalami Laporan Keluarga Korban Hanyut di Pantai Drini



















