Menjaga Catatan BI Checking untuk Kesehatan Finansial
Bagi individu dan perusahaan, menjaga kebersihan catatan BI Checking menjadi krusial. BI Checking, dikelola oleh Bank Indonesia, menyimpan riwayat kredit untuk menilai kelayakan peminjaman.
Catatan negatif pada BI Checking berdampak pada persetujuan pinjaman atau kredit di masa depan. Oleh karena itu, pembersihan BI Checking menjadi esensial untuk mencegah penolakan pengajuan.
Pembersihan BI Checking dilakukan untuk mengeluarkan individu atau perusahaan dari daftar hitam. Hal ini penting karena skor BI Checking memengaruhi penerimaan pengajuan kredit.
Cara Membersihkan BI Checking
Bagi yang memiliki skor rendah, pembersihan BI Checking dapat dilakukan dengan langkah berikut:
1. Periksa Catatan Skor BI Checking
Pantau riwayat kredit secara berkala melalui situs idebku.ojk.go.id untuk memastikan tidak ada kesalahan.
2. Bayar Pinjaman Tepat Waktu
Lunasi semua utang dan cicilan tepat waktu. Keterlambatan pembayaran berdampak negatif pada skor kredit.
3. Lunasi Pinjaman Macet
Jika ada utang macet, segera lakukan pelunasan. Pastikan kreditor memperbarui status utang di BI Checking untuk mencerminkan pembayaran.
4. Sertakan Surat Klarifikasi
Ajukan surat klarifikasi ke OJK untuk mengonfirmasi kebenaran data. Dapatkan surat klarifikasi dari bank atau lembaga pemberi kredit terkait.
Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, tunggu pembaruan data kredit di BI Checking. Pembaruan biasanya memakan waktu 30 hari.
Dengan menjaga BI Checking tetap bersih, individu dan perusahaan dapat meningkatkan peluang memperoleh pinjaman atau kredit di masa depan. Kesehatan kredit menjadi faktor penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
Artikel ini disadur dari Cara membersihkan BI Checking dari daftar hitam





















