Headline.co.id, Denpasar ~ Sanur — Kepercayaan digital menjadi perhatian utama Indonesia dalam memperkuat transformasi teknologi, terutama terkait keamanan anak di internet dan perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menyampaikan hal itu dalam dialog bersama Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo pada Bali Tech Week 2026. Dialog tersebut berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Senin (19/10/2026). Menurut Meutya, kepercayaan publik perlu dibangun bersamaan dengan pengembangan teknologi agar inovasi dapat diterima dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Meutya mengatakan penguatan kepercayaan digital menjadi bagian dari kerja sama teknologi Indonesia dan Singapura dalam menghadapi perubahan global yang berlangsung cepat. Ia menilai kolaborasi antarnegara penting untuk membangun ekosistem digital yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepercayaan digital jadi fokus transformasi
“Sejak awal Bali Tech Week, kami menekankan pentingnya kolaborasi. Bukan hanya kolaborasi di dalam negeri pemerintah, akademisi, dan industri, tetapi juga kolaborasi dengan negara-negara tetangga,” ujar Meutya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, kerja sama regional merupakan salah satu langkah untuk merespons dinamika transformasi digital dunia. Kehadiran Josephine Teo dalam forum tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan antarnegara dalam mengembangkan ekosistem teknologi.
Meutya menjelaskan, Indonesia memiliki tiga prinsip utama dalam transformasi digital, yaitu konektivitas, pertumbuhan, dan kepercayaan. Ketiga prinsip itu diarahkan untuk memastikan perkembangan teknologi tetap memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus mendukung inovasi.
Ia mengatakan isu kepercayaan digital juga menjadi topik pembicaraannya dengan Josephine sebelum dialog berlangsung.
“Josephine tadi berbincang dengan saya saat makan siang dan bertanya, apa hal yang saat ini paling menjadi fokus dan perhatian kementerian di Indonesia? Saya mengatakan bahwa salah satunya adalah soal kepercayaan digital,” kata Meutya.
Pemerintah, lanjut Meutya, perlu menciptakan lingkungan yang memungkinkan inovasi tumbuh dengan hambatan seminimal mungkin. Namun, perkembangan tersebut harus disertai keyakinan masyarakat bahwa teknologi dapat digunakan secara aman.
Keamanan anak dan perkembangan AI
Salah satu persoalan yang disorot Meutya adalah kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak ketika menggunakan platform dan layanan digital. Kekhawatiran itu dinilai menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap ruang digital belum sepenuhnya terbentuk.
“Ketika orang tua masih merasa khawatir saat anak-anak mereka beraktivitas di ruang digital, itu berarti kita belum mendapatkan kepercayaan masyarakat sepenuhnya dalam bidang tersebut,” ujarnya.
Tantangan serupa terlihat dalam perkembangan AI. Meutya menilai ketidaknyamanan masyarakat terhadap teknologi tersebut menunjukkan perlunya penguatan rasa aman dan kepercayaan sebelum inovasi dimanfaatkan lebih luas.
“Demikian pula ketika perkembangan kecerdasan buatan membuat masyarakat merasa tidak nyaman. Itu berarti kita belum memperoleh tingkat kepercayaan masyarakat yang cukup untuk melakukan inovasi dan melanjutkan pengembangan transformasi digital,” katanya.
Karena itu, upaya meningkatkan kepercayaan publik perlu dilakukan beriringan dengan pengembangan teknologi. Dengan cara tersebut, inovasi diharapkan memperoleh penerimaan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Singapura: Kepercayaan mendukung inovasi
Josephine Teo menegaskan kepercayaan merupakan unsur mendasar dalam penggunaan teknologi yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia.
“Kepercayaan adalah segalanya,” ujar Josephine.
Ia menjelaskan pentingnya kepercayaan melalui pengalamannya menggunakan transportasi udara untuk menghadiri Bali Tech Week 2026.
“Pagi ini saya naik pesawat untuk datang ke Bali, pulau Bali yang indah. Satu-satunya alasan saya berani melakukannya adalah karena saya percaya bahwa pesawat tersebut akan membawa saya ke sini dengan selamat dan kemudian membawa saya pulang dengan selamat,” katanya.
Menurut Josephine, prinsip yang sama berlaku bagi teknologi digital. Ketika suatu sistem menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat, pengguna membutuhkan keyakinan bahwa teknologi tersebut dapat diandalkan dan risiko penggunaannya dikelola dengan baik.
“Untuk teknologi apa pun yang menjadi tumpuan bagi hal-hal paling penting dalam kehidupan kita, apabila tidak ada unsur kepercayaan yang kuat, teknologi tersebut tidak akan mampu mempertahankan pertumbuhan dan perkembangannya,” jelasnya.
Lingkungan digital aman masih dibangun
Josephine mengakui bahwa pengembangan lingkungan digital yang aman dan terpercaya masih menjadi proses pembelajaran bersama. Tantangannya adalah membangun sistem yang memungkinkan individu dan organisasi menggunakan teknologi tanpa terus-menerus mengkhawatirkan kegagalan sistem atau dampak merugikan yang mungkin muncul.
Dalam konteks tersebut, kepercayaan tidak hanya menjadi hasil dari pengembangan teknologi, tetapi juga prasyarat agar inovasi dapat diterima dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
“Saya percaya pada gagasan bahwa kepercayaan memungkinkan terjadinya inovasi, dan inovasi memungkinkan terjadinya pertumbuhan. Unsur-unsur tersebut harus berjalan bersama,” tegas Josephine.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















