Headline.co.id, Grobogan ~ Revitalisasi SDN Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, resmi dimulai pada Sabtu (25/7/2026). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pekerjaan tersebut setelah kondisi bangunan sekolah menjadi perhatian publik. Perbaikan dilakukan untuk memastikan 131 siswa dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak, setelah kerusakan atap memaksa sekolah menerapkan pembelajaran bergantian.
Program revitalisasi SDN Tanggirejo mencakup perbaikan sejumlah bagian bangunan dan fasilitas pendukung sekolah. Penanganan ini menjadi bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen yang pada tahun anggaran 2026 memprioritaskan sekolah terdampak bencana, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.
Revitalisasi SDN Tanggirejo Ditangani secara Menyeluruh
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal (Dirjen PAUD PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan kementerian berkoordinasi dengan kepala sekolah, dinas pendidikan, dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat pelaksanaan revitalisasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi,” ujar Gogot dalam keterangan tertulis yang diterima , Senin (27/7/2026).
Pekerjaan tidak hanya mencakup perbaikan atap bangunan yang rusak. Renovasi juga meliputi ruang kelas dan perpustakaan, penggantian pintu serta jendela, pembenahan lantai dan plafon, rehabilitasi musala, peningkatan fasilitas sanitasi dan suplai air bersih, serta penataan drainase dan lingkungan sekolah.
Gogot mengatakan SDN Tanggirejo termasuk salah satu sekolah dalam tiga kelompok prioritas penerima program revitalisasi. Menurut dia, perbaikan sarana dan prasarana diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan, tetapi turut mendukung semangat belajar siswa dan peningkatan mutu pendidikan.
“SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan,” kata Gogot.
Pembelajaran Sempat Berlangsung Bergantian
Sebelum revitalisasi dimulai, kerusakan atap di sejumlah ruang kelas membuat pihak sekolah harus mengatur pembelajaran secara bergantian. Sebagian siswa juga menggunakan musala sebagai ruang belajar sementara untuk menjaga keselamatan selama kegiatan belajar mengajar.
Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menyampaikan apresiasi atas respons pemerintah. Ia mengatakan pembangunan yang dimulai pada 25 Juli 2026 memberikan harapan baru bagi warga sekolah yang selama berbulan-bulan menjalankan kegiatan belajar dengan keterbatasan fasilitas.
“Alhamdulillahirobbilalamin, hari ini pembangunan SDN Tanggirejo sudah mulai dilaksanakan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah yang telah merespons kondisi sekolah kami dengan cepat,” ujar Juwariyah.
Ia mengatakan sekolah selama ini berupaya menjaga kegiatan belajar tetap berlangsung meskipun ruang yang tersedia terbatas. Dengan dimulainya revitalisasi, pihak sekolah berharap para siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran secara aman dan nyaman.
“Selama ini kami berupaya agar kegiatan belajar tetap berjalan di tengah keterbatasan ruangan. Dengan dimulainya pembangunan ini, kami berharap anak-anak nantinya dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat,” katanya.
Peninjauan Dilakukan Sehari Sebelum Pekerjaan Dimulai
Juwariyah menyebut Tim Sekretariat Presiden bersama Sekretariat Kabinet telah meninjau kondisi SDN Tanggirejo sejak Jumat (24/7/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan revitalisasi berjalan sesuai rencana, sekaligus mengoordinasikan pelaksanaan dengan pihak sekolah dan pelaksana pembangunan.
“Tim Sekretariat Presiden bersama Sekretariat Kabinet sudah hadir sejak Jumat untuk meninjau kondisi sekolah dan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta pelaksana pembangunan. Kami bersyukur penanganannya dilakukan dengan cepat dan hari ini pekerjaannya sudah dimulai,” ujarnya.
Melalui revitalisasi tersebut, Kemendikdasmen menargetkan SDN Tanggirejo memiliki fasilitas belajar yang lebih aman dan memadai. Perbaikan sarana sekolah diharapkan mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal bagi 131 siswa serta menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















