Headline.co.id, Jakarta ~ Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menargetkan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) dapat diakses masyarakat di seluruh Indonesia mulai Oktober 2026. Portal ini disiapkan sebagai acuan penentuan penerima bantuan sosial secara lebih akurat, transparan, dan mudah diakses. Target tersebut ditetapkan setelah uji coba Perlinsos di 43 kabupaten/kota menunjukkan hasil positif. Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan sosial, sementara verifikasi dilakukan secara otomatis menggunakan data yang telah terintegrasi.
Koordinator Gugus Tugas Harian Komite Percepatan Transformasi Digital DEN, Rahmat Danu Andika, mengatakan pelaksanaan uji coba Perlinsos didukung kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Kolaborasi tersebut berlangsung di bawah koordinasi Komite Percepatan Transformasi Digital.
“Yang baru dari cara kita sekarang adalah pola kolaborasinya. Alhamdulillah, tumpang tindih antarlembaga berhasil kita hindari sehingga SPLP dapat berjalan cukup efektif dalam mendukung uji coba Perlinsos,” ujar Rahmat saat dihubungi , Rabu (29/7/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Verifikasi penerima bansos dilakukan otomatis
Menurut Rahmat, Perlinsos dirancang untuk membantu pemerintah menentukan sasaran penerima bantuan sosial secara lebih tepat. Masyarakat yang mendaftar dapat mengetahui hasil kelayakannya setelah menyelesaikan proses pendaftaran.
Verifikasi dilakukan dengan memanfaatkan data yang telah terintegrasi. Dengan mekanisme tersebut, kandidat penerima bantuan sosial dapat diketahui sejak proses pendaftaran selesai.
“Setiap orang yang mendaftar langsung mengetahui hasil kelayakannya, apakah memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan atau tidak. Kandidat penerima sudah bisa diketahui sejak proses pendaftaran selesai,” katanya.
Pemerintah bersama Kementerian Sosial kini mempersiapkan proses penetapan penerima bantuan sosial berdasarkan hasil verifikasi melalui Perlinsos. Penetapan penerima ditargetkan dapat dilakukan pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027.
Perlinsos untuk PKH dan BPNT
Pada tahap awal, Portal Perlinsos akan digunakan untuk mendukung penentuan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). DEN menargetkan seluruh masyarakat Indonesia sudah dapat mengakses portal tersebut pada Oktober 2026.
Melalui portal ini, masyarakat dapat mengajukan diri sebagai calon penerima PKH maupun BPNT. Rahmat berharap mekanisme tersebut memudahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk mengakses proses pengajuan secara langsung.
Selain bantuan sosial, pemerintah mulai menjajaki pemanfaatan Perlinsos sebagai dasar penentuan penerima sejumlah program subsidi lain. Program yang disebut lain subsidi listrik dan LPG.
“Penargetan penerima bantuan harus menggunakan pendekatan seperti Perlinsos karena mengedepankan transparansi, kemudahan, dan keadilan. Dengan begitu, subsidi negara benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” jelas Rahmat.
Menekan kesalahan penyaluran bantuan
Penerapan Perlinsos diharapkan dapat mengurangi kesalahan penargetan dalam penyaluran bantuan sosial. Kesalahan tersebut mencakup exclusion error, yakni masyarakat yang membutuhkan tetapi tidak menerima bantuan, serta inclusion error, yaitu penerima yang tidak memenuhi kriteria.
Rahmat mengatakan sistem tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat yang membutuhkan kehadiran negara tidak terlewat dari pendataan. Portal Perlinsos juga memberikan jalur bagi masyarakat untuk mengajukan diri agar dapat diproses berdasarkan verifikasi yang tersedia.
“Harapannya tidak boleh ada lagi masyarakat yang membutuhkan kehadiran negara tetapi tidak terlihat oleh sistem. Melalui Portal Perlinsos, semua orang yang membutuhkan bantuan memiliki cara yang mudah untuk mengajukan diri sehingga dapat diproses secara lebih cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Menurut Rahmat, transformasi digital melalui Perlinsos merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan perlindungan sosial yang lebih inklusif dan transparan. Sistem tersebut juga diarahkan untuk memastikan bantuan serta subsidi negara diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















