Headline.co.id, Surabaya ~ Uji coba Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Surabaya mencatat 346.592 kepala keluarga (KK) telah terdaftar hingga 26 Juli 2026. Jumlah tersebut setara dengan 34,94 persen dari total penduduk dan menjadi salah satu capaian pendaftaran tertinggi secara nasional. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai capaian itu menunjukkan dukungan terhadap transformasi digital untuk mempercepat, meningkatkan transparansi, dan membuat penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran.
Capaian pendaftaran tersebut menjadi alasan Surabaya dipilih sebagai lokasi kunjungan lapangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada Selasa (28/7/2026). Kunjungan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Tambaksari itu dilakukan untuk melihat penerapan Digital Public Infrastructure (DPI) pada layanan perlindungan sosial, sekaligus menghimpun masukan dari pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Portal Perlinsos Digital Surabaya Jadi Lokasi Observasi
Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kemkomdigi Aris Kurniawan mengatakan, Surabaya dipilih karena memiliki capaian pendaftaran yang tinggi dalam pelaksanaan uji coba Portal Perlinsos Digital.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Surabaya merupakan salah satu daerah dengan capaian pendaftaran tertinggi secara nasional. Karena itu dipilih sebagai lokasi observasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan uji coba Portal Perlinsos Digital sekaligus memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan sistem dan respons masyarakat,” ujar Aris yang turut hadir dalam kunjungan Bakom di Surabaya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Aris, kunjungan lapangan tersebut tidak hanya berfokus pada peninjauan implementasi teknologi. Kegiatan itu juga menjadi sarana dialog untuk menjaring masukan, kendala, dan persepsi publik yang dapat digunakan sebagai bahan penyempurnaan strategi komunikasi kebijakan.
Pelaksanaan Portal Perlinsos Digital merupakan bagian dari transformasi pemerintahan digital yang mengedepankan interoperabilitas data antarkementerian dan lembaga. Sistem itu diarahkan untuk meningkatkan akurasi penetapan penerima bantuan sosial.
Kolaborasi Perangkat Daerah Percepat Pendaftaran
Aris menjelaskan, capaian pendaftaran di Surabaya tidak terlepas dari kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam mempercepat pendataan warga. Pemerintah Kota Surabaya menugaskan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendampingi kecamatan tertentu agar sosialisasi dan proses pendaftaran berjalan lebih cepat.
Dinas Sosial bersama aparatur sipil negara (ASN) juga turun langsung hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW untuk membantu masyarakat melakukan pendaftaran. Sosialisasi turut dilakukan melalui berbagai kegiatan masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk Program Kampung Pancasila.
“Pendekatan kolaboratif seperti ini menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain karena mampu mempercepat cakupan pendaftaran sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Aris.
Data pelaksanaan uji coba menunjukkan, dari 346.592 KK yang telah terdaftar, sebanyak 299.935 KK atau 86,54 persen melakukan pendaftaran melalui bantuan agen. Kemkomdigi mencatat terdapat 13.809 agen yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, 8.661 agen atau 62,72 persen aktif membantu masyarakat melakukan registrasi.
Layanan Bansos Menggunakan Identitas Kependudukan Digital
Melalui Portal Perlinsos Digital, masyarakat dapat mengajukan berbagai program bantuan sosial secara daring dengan menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Prosesnya dilakukan dengan login melalui portal resmi dan verifikasi wajah.
Setelah itu, masyarakat dapat memilih jenis bantuan yang diajukan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hasil verifikasi juga dapat dipantau secara digital melalui portal tersebut.
Penggunaan sistem digital itu menjadi bagian dari upaya membangun layanan perlindungan sosial yang terintegrasi. Kemkomdigi menyatakan interoperabilitas data antarkementerian dan lembaga diperlukan untuk mendukung ketepatan penetapan penerima bansos.
Uji Coba Diperluas ke 43 Kabupaten/Kota
Uji coba Portal Perlinsos Digital pertama kali dilaksanakan di Desa Kemiren dan Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi, sejak September 2025. Setelah pelaksanaan di Banyuwangi, program tersebut diperluas ke 43 kabupaten/kota.
Perluasan uji coba lain mencakup Kota Surabaya dan sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali. Wilayah di Bali yang mengikuti uji coba itu adalah Klungkung, Gianyar, Tabanan, Karangasem, Badung, Bangli, Buleleng, Jembrana, dan Kota Denpasar. Pelaksanaannya berlangsung pada Juni–Juli 2026.
Tingginya capaian pendaftaran di Surabaya juga menjadikan kota tersebut direncanakan sebagai salah satu lokasi peninjauan Presiden terhadap pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial dan pengembangan Digital Public Infrastructure (DPI) di Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















