Headline.co.id, Tuban ~ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Tuban di Jalan Letda Sucipto, Tuban, Rabu (29/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah berdialog dengan siswa dan wali murid serta melihat fasilitas sekolah. Kunjungan itu dilakukan untuk mendorong semangat belajar siswa sekaligus memastikan Sekolah Rakyat menjadi ruang pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk mereka yang pernah putus sekolah. Khofifah didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wakil Bupati Tuban, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kementerian Sosial, dan sejumlah pejabat lainnya.
Kedatangan Khofifah disambut tepuk Pramuka dan tawa para siswa. Ia menyapa siswa dan menanyakan cita-cita mereka. Sejumlah siswa menyampaikan keinginan untuk menjadi polisi, polwan, hingga anggota TNI.
Khofifah kemudian mengajak seluruh siswa berdiri dan mengikuti tepuk Pramuka. Ia memberikan motivasi agar para siswa terus bersemangat mengejar impian. Kepada wali murid, Khofifah juga meminta dukungan serta doa bagi anak-anak selama menempuh pendidikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Doakan putra-putri panjenengan sehat di sini ya. Sekolahnya bisa berjalan dengan baik, dan cita-citanya semuanya mudah-mudahan tercapai, amin,” tuturnya.
Khofifah Apresiasi Fasilitas Sekolah Rakyat Tuban
Setelah berdialog dengan siswa dan wali murid, Khofifah berkeliling meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Tuban. Ia mengapresiasi sarana yang tersedia dan menilai fasilitas tersebut menjadi modal penting untuk membangun lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Khofifah berharap fasilitas itu diikuti ekosistem pendidikan yang kuat. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang terlibat dinilai perlu bekerja bersama-sama menciptakan ruang tumbuh kembang yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, dan berintegritas.
“Carilah sekolah seindah ini, sekolah sebagus ini. Carilah kantin yang senyaman di sini dan lapangan olahraga yang luar biasa. Tentu ini menjadi medium pembelajaran yang luar biasa pula,” ujarnya.
Penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan. Sinergi tersebut diperlukan untuk menghadirkan layanan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan agar dapat kembali belajar.
Peran Pendamping PKH Menghadirkan Siswa
Proses menghadirkan peserta didik ke Sekolah Rakyat tidak berlangsung mudah. Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) harus bekerja keras mendatangi keluarga calon siswa. Dalam sejumlah kasus, ada keluarga yang perlu didatangi hingga sepuluh kali sebelum bersedia mengizinkan anaknya bersekolah.
Upaya itu dilakukan karena masih dijumpai anak-anak yang bahkan tidak mengetahui jenjang kelas terakhirnya setelah lama putus sekolah. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memastikan mereka kembali memperoleh hak atas pendidikan.
Khofifah menegaskan, tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam pendidikan. “Kalau di SD di sini, no one left behind. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal,” tambahnya.
Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan dorongan kepada siswa untuk berani menggapai cita-cita. Di sisi lain, wali murid diingatkan untuk terus mendukung dan mendoakan anak-anak selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Tuban.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















