Headline.co.id, Sleman ~ Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Sleman dengan melibatkan 32 madrasah aliyah negeri dan swasta. Kegiatan yang dipusatkan di MAN 5 Sleman, Kapanewon Tempel, itu berlangsung hingga Rabu (7/10/2026). Ajang tersebut dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman, H. Nadhif, sebagai ruang pencarian bakat dan unjuk prestasi siswa madrasah. Kompetisi digelar untuk membentuk kemandirian, tanggung jawab, dan sportivitas sekaligus mengantarkan talenta madrasah menuju prestasi di tingkat provinsi melalui 14 cabang lomba.
Ketua Panitia PKM MA Sleman, Mucharom, mengatakan pelaksanaan Pekan Kompetisi Madrasah melibatkan sinergi 32 madrasah yang berada di bawah naungan Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah. Para peserta berkompetisi dalam bidang olahraga, seni, dan pendalaman agama.
Sejumlah cabang yang diperlombakan lain musabaqah Quran, hadroh, dan kaligrafi. Dengan cakupan kegiatan yang cukup besar, panitia membagi lokasi pertandingan ke sejumlah titik agar setiap perlombaan dapat berlangsung sesuai kebutuhan cabangnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pekan Kompetisi Madrasah Jadi Ruang Pembentukan Karakter
Dalam pembukaan kegiatan, H. Nadhif menegaskan bahwa PKM tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali. Menurut dia, arena kompetisi tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan sikap dan karakter.
“Arena ini bukan sebatas ajang perburuan medali, melainkan kawah candradimuka untuk mencetak kemandirian, tanggung jawab, dan sportivitas,” kata Nadhif di hadapan para kontingen.
Ia juga menekankan kompetisi tersebut sebagai ruang belajar strategis bagi siswa madrasah. Pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan talenta dan meraih prestasi lebih tinggi pada level provinsi.
Dengan demikian, PKM tidak hanya mempertemukan siswa dalam pertandingan, tetapi juga memberikan pengalaman bagi peserta untuk menjalani kompetisi secara profesional. Nilai kemandirian, tanggung jawab, dan sportivitas menjadi bagian yang ditekankan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
14 Cabang Lomba Digelar di Sejumlah Lokasi
Panitia menyiapkan 14 cabang lomba yang mencakup tiga rumpun utama, yakni olahraga, seni, serta pendalaman agama. Pembagian lokasi dilakukan karena setiap cabang memiliki kebutuhan tempat yang berbeda.
Cabang bulu tangkis, misalnya, digelar di GOR Seyegan. Sementara itu, lomba lari sprint 100 meter dipusatkan di Lapangan Keceme. Adapun MAN 5 Sleman menjadi lokasi utama penyelenggaraan PKM Tahun 2026.
Pengaturan lokasi pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan teknis panitia dalam mengelola kegiatan yang diikuti kontingen dari 32 madrasah. Selain lokasi, panitia juga menyiapkan dukungan untuk membantu peserta memperoleh informasi selama kegiatan berlangsung.
OSIS, PMI, dan Puskesmas Dilibatkan
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Sleman, Elva Tsuroya, menginstruksikan jajaran pengurus OSIS untuk terlibat sebagai pemandu. Mereka bertugas membantu memastikan alur informasi peserta berjalan lancar di lokasi kegiatan.
Keterlibatan pengurus OSIS menjadi bagian dari dukungan operasional selama kompetisi berlangsung. Para pemandu membantu mengarahkan peserta dalam kegiatan yang tersebar di sejumlah titik pertandingan.
Aspek keselamatan dan kebugaran peserta juga menjadi perhatian panitia. Untuk memperkuat protokol darurat, panitia bersinergi secara langsung dengan Palang Merah Indonesia dan puskesmas setempat.
Kolaborasi tersebut disiapkan untuk mendukung kondisi peserta selama mengikuti rangkaian perlombaan hingga kegiatan berakhir pada Rabu (7/10/2026). Kesiapan infrastruktur pendukung dan layanan darurat menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi.
Juara Ditargetkan Tampil di Tingkat DIY
Kemenag Sleman menaruh harapan agar pelaksanaan PKM dapat menghasilkan peserta didik berprestasi yang mampu melanjutkan kiprahnya ke tingkat yang lebih tinggi. Para juara diharapkan dapat tampil dan mendominasi pentas tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Target tersebut menjadi salah satu alasan kompetisi diselenggarakan dengan melibatkan berbagai bidang, mulai olahraga dan seni hingga pendalaman agama. Melalui 14 cabang lomba, siswa madrasah memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan pengalaman berkompetisi.
Pelaksanaan PKM Tahun 2026 di MAN 5 Sleman, Kapanewon Tempel, sekaligus mempertemukan madrasah aliyah negeri dan swasta se-Kabupaten Sleman dalam satu agenda pencarian bakat dan prestasi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















