Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati ketika menemukan tautan yang menggunakan nama figur publik disertai judul provokatif atau menjanjikan akses terhadap sebuah “video full version”.
Jangan Mudah Terpancing Konten Sensasional
Pengguna internet juga perlu melakukan pemeriksaan sebelum menyebarkan kembali informasi yang diperoleh dari TikTok, Telegram maupun platform media sosial lainnya.
Keberadaan potongan video tidak otomatis membuktikan narasi yang menyertainya. Apalagi apabila unggahan tersebut menggunakan nama figur publik untuk mendorong rasa penasaran pengguna.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam kasus video La Tasya full version yang ramai dicari, informasi yang beredar tidak membuktikan adanya video dewasa atau skandal seperti yang dinarasikan sejumlah unggahan.
Warganet karena itu perlu menghindari tautan tidak dikenal, memeriksa sumber informasi, serta tidak ikut menyebarkan klaim yang belum dapat dibuktikan. Selain mencegah penyebaran informasi menyesatkan, langkah tersebut dapat mengurangi risiko menjadi korban phishing, pencurian data, maupun malware yang disamarkan melalui tautan video viral.




