Headline.co.id, Jakarta ~ Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti memberikan kepercayaan kepada Rayan untuk tampil sebagai starter dalam laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 melawan Skotlandia di Miami, Rabu. Keputusan tersebut diambil setelah Raphinha dipastikan absen akibat masalah fisik yang dialaminya saat Brasil mengalahkan Haiti 3-0 pada pertandingan sebelumnya. Dengan koleksi empat poin, Brasil memburu kemenangan untuk memastikan langkah ke babak 32 besar sekaligus menjaga peluang finis sebagai pemuncak grup.
Perubahan yang dilakukan Ancelotti terbilang minimal. Dari susunan pemain yang sukses mengatasi Haiti, hanya posisi Raphinha yang digantikan oleh Rayan.
Kepercayaan yang diberikan kepada penyerang Bournemouth itu menunjukkan keyakinan Ancelotti terhadap kemampuannya dalam memberikan ancaman dari sisi lapangan. Sehari sebelum pertandingan, pelatih asal Italia tersebut menyinggung bahwa jangkauan permainan yang dimiliki Rayan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pilihan.
Rayan Isi Lini Serang Brasil
Rayan akan bermain bersama Vinicius Junior dan Matheus Cunha di lini depan Brasil. Kombinasi tersebut diharapkan mampu menjaga agresivitas serangan Selecao dalam laga yang menjadi penentu nasib mereka di Grup C.
Masuknya Rayan juga dinilai tetap mempertahankan karakter permainan Brasil yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan dalam menyerang dari sektor sayap.
Satu setengah jam sebelum pertandingan dimulai, Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi susunan pemain yang diturunkan Ancelotti. Selain pergantian Rayan, 10 pemain lainnya merupakan nama-nama yang juga tampil sejak awal saat menghadapi Haiti.
Brasil menurunkan Alisson Becker di bawah mistar gawang. Lini pertahanan diisi Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhães, dan Douglas Santos.
Di sektor tengah, Bruno Guimarães, Casemiro, dan Lucas Paquetá kembali dipercaya mengendalikan permainan. Sementara lini depan diperkuat Rayan, Matheus Cunha, dan Vinicius Junior.
Berikut susunan pemain Brasil:
Brasil: Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhães, Douglas Santos; Bruno Guimarães, Casemiro, Lucas Paquetá; Rayan, Matheus Cunha, Vinicius Junior.
Neymar Kembali Masuk Daftar Pemain
Sorotan lain dalam pertandingan ini adalah kembalinya Neymar ke dalam skuad pertandingan. Setelah absen lebih dari satu bulan akibat cedera betis, bintang Brasil tersebut akhirnya dinyatakan cukup bugar untuk kembali memperkuat tim.
Meski demikian, Neymar tidak langsung dimainkan sebagai starter. Ia memulai pertandingan dari bangku cadangan dan menjadi salah satu opsi yang bisa digunakan Ancelotti jika dibutuhkan sepanjang laga.
Selain Neymar, Brasil juga memiliki sejumlah pemain ofensif lain di bangku cadangan seperti Endrick, Gabriel Martinelli, dan Luiz Henrique.
Skotlandia Lakukan Empat Rotasi
Sementara itu, Skotlandia datang ke pertandingan dengan melakukan empat perubahan susunan pemain setelah kalah 0-1 dari Maroko.
Pelatih Steve Clarke memasukkan Scott McKenna, Kenny McLean, Ben Gannon-Doak, dan Lawrence Shankland ke tim utama. Mereka menggantikan Grant Hanley, Kieran Tierney, Ryan Christie, dan Che Adams.
Ben Gannon-Doak mendapat kesempatan tampil sebagai starter pertamanya di turnamen ini, sedangkan Shankland dipercaya mengisi posisi penyerang tengah.
Skotlandia menurunkan Angus Gunn sebagai penjaga gawang, didukung Nathan Patterson, Scott McKenna, Jack Hendry, dan Andy Robertson di lini belakang. Di lini tengah terdapat Kenny McLean, Lewis Ferguson, John McGinn, dan Scott McTominay.
Berikut susunan pemain Skotlandia:
Skotlandia: Angus Gunn; Nathan Patterson, Scott McKenna, Jack Hendry, Andy Robertson; Ben Gannon-Doak, Kenny McLean, Lewis Ferguson, John McGinn, Scott McTominay; Lawrence Shankland.
Brasil Kejar Posisi Puncak Grup
Pertandingan ini memiliki arti penting bagi kedua tim. Brasil memasuki laga dengan empat poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Maroko dan menang 3-0 atas Haiti.
Kemenangan atas Skotlandia akan memastikan langkah tim asuhan Carlo Ancelotti ke babak 32 besar. Hasil tersebut juga membuka peluang bagi Brasil untuk mengakhiri fase grup sebagai juara Grup C, tergantung hasil pertandingan lain antara Maroko dan Haiti yang berlangsung pada waktu yang sama.
Di tengah persaingan ketat Grup C, perhatian kini tertuju kepada Rayan. Kepercayaan yang diberikan Ancelotti menjadi kesempatan besar bagi pemain muda tersebut untuk membuktikan kualitasnya di panggung Piala Dunia dan membantu Timnas Brasil meraih hasil yang dibutuhkan untuk melangkah ke fase berikutnya.




















