Headline.co.id, Redelong ~ Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bener Meriah terus memperkuat langkah antisipasi terhadap gejolak harga pangan dengan berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah. Acara ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal secara virtual pada Senin (8/6/2026), yang berlangsung dari Ruang Saber Pungli Lantai 2 Setdakab Bener Meriah.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti secara daring dan luring oleh berbagai unsur kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, wali kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta TPID dari seluruh Indonesia. Dalam pemaparannya, Tomsi Tohir menyampaikan bahwa inflasi nasional pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month), sementara inflasi tahunan mencapai 3,08 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi nasional.
Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras, menjadi faktor yang memengaruhi laju inflasi. Selain itu, pemerintah pusat juga memaparkan kondisi inflasi di berbagai daerah sebagai bahan evaluasi dalam menentukan langkah pengendalian yang tepat.
Setelah mengikuti rakor, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Bener Meriah, Ihsan, menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Bener Meriah pada minggu pertama Juni 2026 tercatat sebesar 1,62 persen. “Cabai merah menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,11 persen, disusul bawang merah sebesar 0,41 persen dan beras sebesar 0,39 persen,” ujarnya.
Ihsan menjelaskan bahwa data tersebut menjadi perhatian bagi TPID Kabupaten Bener Meriah dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Melalui koordinasi yang rutin pemerintah pusat dan daerah, diharapkan upaya pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif, terutama dalam mengantisipasi fluktuasi harga komoditas pangan yang kerap terjadi akibat faktor cuaca, distribusi, maupun ketersediaan pasokan.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama TPID akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok serta memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga inflasi daerah tetap terkendali.






















