Headline.co.id, Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ~ Jumat (5/6/2026), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Raja Ampat bersama ribuan masyarakat berhasil mengumpulkan dan menyiapkan 663 kilogram sampah plastik untuk didaur ulang. Kegiatan ini berlangsung di Distrik Waisai Kota dan kawasan wisata Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat, Adam Malik, menekankan pentingnya pendekatan pengelolaan sampah yang lebih maju di wilayah kepulauan. “Volume sampah plastik yang berhasil kita pilah hari ini mencapai 663 kilogram. Seluruhnya tidak dibuang ke TPA, tetapi dievakuasi ke Gudang Penampungan Tahura Waisai untuk masuk ke proses daur ulang. Ini membuktikan bahwa sampah yang dikelola dengan benar dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujarnya.
Aksi bersih-bersih ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), personel TNI dan Polri, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, paguyuban Nusantara, serta ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Selain membersihkan lingkungan, DLH Raja Ampat juga mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah melalui program Bank Sampah dan permainan interaktif Game Pilah Sampah.
Sebagai bagian dari kampanye ekonomi sirkular, DLH Raja Ampat memamerkan produk hasil pengolahan limbah, seperti sofa kreatif dari limbah nonorganik dan paving block dari campuran limbah plastik. Adam Malik menyatakan bahwa inovasi ini menunjukkan sampah dapat memberikan nilai tambah jika dikelola dengan tepat. “Paving block plastik dan sofa dari limbah merupakan contoh nyata bahwa sampah dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah yang baik juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
DLH Kabupaten Raja Ampat terus mendorong penguatan Bank Sampah di sekolah, kelurahan, dan komunitas masyarakat sebagai langkah berkelanjutan. Upaya ini penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babur dan membangun budaya hidup bersih serta ramah lingkungan. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap gerakan peduli lingkungan ini dapat menjadi budaya bersama dalam menjaga keindahan dan keberlanjutan daerah yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia.

















