Headline.co.id, Bekasi ~ PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan evaluasi menyeluruh baik secara internal maupun eksternal setelah terjadinya kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi ini dilakukan untuk mendukung investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat aspek keselamatan operasional dan meningkatkan koordinasi dengan regulator serta pihak terkait. “Evaluasi kami lakukan secara internal dan eksternal untuk memastikan peningkatan keselamatan serta mendukung penuh investigasi KNKT yang nantinya akan menyampaikan penyebab dan rekomendasi resmi,” ujarnya kepada pers di lokasi, Rabu (29/4/2026).
PT KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi di Bekasi Timur yang mengakibatkan korban jiwa dan gangguan perjalanan kereta. Berdasarkan data terbaru, total korban mencapai 106 penumpang, dengan rincian 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka. Dari korban luka tersebut, 38 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara 53 lainnya masih dirawat di beberapa rumah sakit.
PT KAI turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia dan berharap seluruh korban luka dapat segera pulih. Selain itu, PT KAI mengapresiasi perhatian pemerintah, termasuk Presiden dan jajaran kementerian, yang telah memberikan arahan langsung terkait penanganan korban dan pemulihan layanan transportasi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban, seperti Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya. Terkait pemulihan operasional, jalur kereta telah dibuka secara bertahap. “Kami memastikan seluruh aspek telah aman sebelum layanan dibuka kembali,” jelas Bobby.
Sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, layanan KRL lintas Cikarang direncanakan kembali beroperasi setelah dinyatakan aman, dengan frekuensi yang sama seperti sebelumnya. PT KAI menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap proses pemulihan layanan. “Tidak ada toleransi terhadap penurunan standar keselamatan,” tegas Bobby.
Sebagai bagian dari penanganan pascakejadian, PT KAI juga membuka dua posko tanggap darurat di Bekasi Timur dan Stasiun Gambir selama 14 hari ke depan untuk membantu korban dan keluarga. PT KAI berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.




















