Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah berencana mendirikan Kantor Pelestarian Kebudayaan (KPK) Gorontalo yang akan beroperasi secara mandiri mulai April 2026. Kantor ini akan terpisah dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVII Sulawesi Utara dan Gorontalo. Pengumuman ini disampaikan dalam acara dialog budaya dan religi di Gorontalo pada Jumat, 27 Februari 2026.
Sri Sugiharta, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII, menyatakan bahwa pembentukan KPK Gorontalo merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat pengelolaan kebudayaan di daerah tersebut. Dengan adanya KPK Gorontalo, fungsi pelestarian yang sebelumnya digabung dengan Provinsi Sulawesi Utara akan dipisahkan. “Pembentukan unit baru ini adalah bagian dari upaya memperkuat tata kelola kebudayaan di daerah,” ujar Sri Sugiharta di hadapan para pemangku kepentingan kebudayaan yang hadir.
Pembentukan KPK Gorontalo ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 33 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelestarian Kebudayaan. Sebagai unit pelaksana teknis (UPT) di daerah, KPK memiliki tugas strategis dalam pelestarian cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan.
Sri Sugiharta menegaskan bahwa dengan adanya unit baru ini, misi pelestarian kebudayaan di Gorontalo diharapkan dapat lebih dipertajam. Ruang lingkup tugas KPK Gorontalo akan mencakup perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya serta objek pemajuan kebudayaan di wilayah Gorontalo. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi pendataan, dokumentasi, kemitraan, serta pemantauan untuk melestarikan warisan budaya, memperkuat jati diri bangsa, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Rencana pemekaran unit pelestarian kebudayaan ini disambut baik oleh para pegiat dan pemangku kepentingan kebudayaan yang hadir dalam acara dialog tersebut. Mereka menilai bahwa kehadiran kantor sendiri akan membuat penanganan dan promosi kebudayaan khas Gorontalo menjadi lebih fokus dan optimal. Acara pengumuman ini juga dirangkaikan dengan dialog budaya dan religi serta buka puasa bersama yang diisi dengan ceramah agama oleh Ustaz Saifudin Mateka.




















