Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Kolang-kaling sering disebut-sebut memiliki manfaat bagi kesehatan tulang. Namun, apakah benar buah yang sering dijadikan bahan dalam kolak ini kaya akan nutrisi dan dapat diandalkan sebagai sumber gizi harian? Kolang-kaling dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasa yang ringan, membuatnya disukai oleh berbagai kalangan. Meski demikian, banyak yang belum memahami kandungan gizi dan cara konsumsi kolang-kaling yang tepat.
Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, menjelaskan bahwa kolang-kaling memang mengandung sejumlah zat gizi yang bermanfaat, tetapi tidak bisa dijadikan satu-satunya sumber nutrisi utama. Nilai kesehatan kolang-kaling sangat bergantung pada porsi dan cara pengolahannya. Kolang-kaling mengandung beberapa mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, serta vitamin C yang mendukung fungsi tubuh. Hal ini membuat kolang-kaling dipercaya baik untuk kesehatan tulang.
Kandungan kalsium dalam kolang-kaling berperan penting untuk kesehatan tulang. Dalam setiap 100 gram kolang-kaling terdapat sekitar 91 miligram kalsium. “Kandungan kalsium ini memang baik untuk tulang, tetapi tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya sumber kalsium,” ujar Johanes dikutip dari CNN, Sabtu (21/2/26).
Selain kalsium, kolang-kaling juga mengandung kalium yang membantu menurunkan efek natrium terhadap tekanan darah. Asupan kalium dari buah dan sayuran diketahui dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Kolang-kaling juga mengandung zat besi yang membantu pembentukan sel darah merah dan hemoglobin, sehingga berperan dalam mencegah anemia. Kandungan vitamin C dan kalsium di dalamnya turut mendukung proses pertumbuhan tulang.
Kolang-kaling juga mengandung antioksidan berupa senyawa fenolik. Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme tubuh, yang jika berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Namun, Johanes menekankan bahwa manfaat ini tidak bisa disamakan dengan konsumsi kolang-kaling sehari-hari. Artinya, manfaat tersebut belum tentu muncul dari konsumsi kolang-kaling dalam bentuk makanan biasa.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan kolang-kaling. Buah ini umumnya dikonsumsi dalam kondisi manis, seperti kolak atau campuran es yang sering kali mengandung tambahan gula dan santan. “Agar tetap sehat, kolang-kaling sebaiknya dikonsumsi dalam porsi wajar, dengan gula yang dibatasi, serta dilengkapi dengan sumber protein dan serat lain,” tuturnya. Dengan cara ini, kolang-kaling dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, tanpa mengurangi manfaat kesehatannya.






















