Headline.co.id, Jakarta ~ Ramadhan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk saat berbuka puasa. Salah satu amalan yang dianjurkan ketika berbuka adalah membaca niat buka puasa dan doa sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Sejumlah riwayat hadits dan penjelasan ulama menerangkan bacaan doa serta waktu yang tepat untuk membacanya. Panduan ini dirangkum dari berbagai sumber hadits dan kitab ulama agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah secara tepat dan sesuai tuntunan.
Momentum Mustajab Saat Berbuka Puasa
Berbuka puasa bukan sekadar melepas lapar dan dahaga setelah menahan diri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam ajaran Islam, momen ini termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan,” (HR. Tirmidzi no. 2449).
Ragam Niat Buka Puasa dan Doa Berbuka
Berikut ragam niat buka puasa dan doa berbuka yang bersumber dari hadits serta penjelasan ulama:
- Doa Riwayat Mu’adz bin Zahrah
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Doa ini juga dijelaskan dalam Kitab Fathul Muin sebagai bacaan yang baik dibaca setelah berbuka puasa.
- Doa Riwayat Ibnu Umar RA
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
Dalam Kitab Fathul Muin disebutkan bahwa doa ini dapat ditambahkan bagi orang yang berbuka dengan air.
- Doa Tambahan yang Dikenal di Masyarakat
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin: Allahummalaka shumtu wabika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika ya arhamarrahimin
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki serta kasih sayang-Mu aku berbuka.”
- Doa Riwayat Ibnu Abbas RA
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
Latin: Allahumma shumnaa wa ‘alaa rizqika aftharnaa fataqabbal minna innaka antas samii’ul ‘aliim
Artinya: “Ya Allah, karena Engkau kami berpuasa, dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Ibnu Sunni)
- Doa Memohon Ampunan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Latin: Allahumma inni as’aluka birahmatika allatii wasi’at kulla syaiin an taghfira lii
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni)
Penjelasan Ulama tentang Waktu Membaca Doa
Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menampilkan beragam doa berbuka dan menegaskan bahwa doa tidak terbatas pada satu riwayat saja selama mengandung makna kebaikan.
Terkait waktu membaca doa niat buka puasa, Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam Hasyiyah Ianatut Thalibin juz 2 halaman 279 menjelaskan bahwa doa dibaca setelah selesai berbuka, bukan sebelum atau saat mulai berbuka. Penjelasan ini merujuk pada makna doa yang menyebutkan hilangnya dahaga dan basahnya tenggorokan.
Sementara itu, Syekh Said bin Muhammad Baali dalam Kitab Busyra al-Karim halaman 598 menyebutkan bahwa doa boleh dibaca ketika hendak berbuka, namun yang lebih utama adalah setelah berbuka dengan membaca “Allahumma laka shumtu wa ala rizqika afthartu.”




















