Headline.co.id, Tangerang ~ Dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, seminar bertajuk “Menakar Daya Ungkit KEK ETKI BSD sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru” digelar. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BSD ini mengintegrasikan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan dalam satu ekosistem berbasis pengetahuan. KEK ini diproyeksikan menjadi pusat inovasi dan investasi yang dapat mendorong transformasi ekonomi di Provinsi Banten.
Kawasan ini tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat inovasi, tetapi juga untuk memperkuat edukasi, teknologi, dan kesehatan internasional sebagai pengungkit utama efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi baru di tingkat regional maupun nasional. Dari sisi regulasi, pemerintah berkomitmen untuk menyederhanakan perizinan dan memberikan dukungan kebijakan fiskal yang pro-investasi. Sinkronisasi kebijakan tata ruang dan sistem transportasi terintegrasi juga menjadi fokus, bersama dengan kolaborasi lintas sektor dan sinergi antar wilayah untuk pertumbuhan yang inklusif.
KEK BSD diharapkan dapat menghasilkan tambahan investasi tahunan rata-rata sebesar Rp1,64 triliun dan menciptakan 91.342 lapangan kerja baru per kota. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menarik investasi asing, dengan peningkatan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) hampir 69 persen. Penetapan KEK ini menciptakan peningkatan bersih sebesar 91.342 lapangan kerja dibandingkan dengan wilayah non-KEK, termasuk lonjakan tenaga kerja langsung lebih dari 2.637 pekerja. Penciptaan lapangan kerja ini seimbang di berbagai jenis investasi, dengan Proyek Domestik menyerap lebih dari 1.500 lapangan kerja dan Proyek Asing menyerap lebih dari 1.138 lapangan kerja.
Rizal, salah satu pembicara dalam seminar tersebut, juga memberikan intisari pengembangan beberapa KEK di sejumlah wilayah tanah air. KEK Gresik, misalnya, telah meresmikan Pabrik Smelter terbesar di dunia oleh PT Freeport Indonesia, yang menghasilkan emas hingga 52 ton per tahun dari olahan lumpur anoda sebanyak 6.000 ton per tahun. KEK Kendal mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV) dengan beroperasinya pabrik Anoda Baterai berkapasitas 80.000 ton per tahun, setara dengan 1,5 juta mobil EV, untuk diekspor ke Amerika.
KEK Sei Mangkei memperkuat perannya sebagai pusat hilirisasi industri sawit nasional dengan investasi sebesar Rp6,5 triliun dan ekspor pada tahun 2024 sebesar Rp2,7 triliun. Selain itu, perluasan dengan Proyek KernelMax juga akan menyerap tambahan investasi sebesar USD20 juta. KEK Singhasari di bidang pendidikan telah memulai kampus King’s College London (KCL) dengan target 5 program studi dan 750 mahasiswa hingga 2030, serta operasionalisasi program Queen Mary University of London pada September 2026 dengan target 6.000 mahasiswa.
KEK Nongsa menarik investasi sebesar Rp5,8 triliun dari perusahaan data center ternama dunia, seperti PT Digitalland Services Two (GDS) asal Tiongkok, PT Golden Digital Gateway (Gaw Capital) dari Hongkong, PT Princeton Digital Group (PDG) dari Singapura, dan PT BWDigital Infra Indonesia dari Selandia Baru. KEK Galang Batang telah mengekspor olahan bauksit berupa Smelter Grade Alumina (SGA) dengan kapasitas 2 juta ton per tahun dan sedang dalam tahap peningkatan menjadi 4 juta ton per tahun.
Proyek Two Countries Twin Parks (TCTP) Indonesia-Tiongkok bertujuan mengembangkan KEK Industropolis Batang dengan rencana investasi sebesar USD3,6 miliar atau sekitar Rp59,3 triliun. KEK Kesehatan Sanur, yang mencakup RS Internasional dan Klinik, telah merealisasikan investasi sebesar Rp5,2 triliun dan menghemat devisa hingga Rp86 triliun.























