Headline.co.id, Siak ~ Festival Layangan Siak yang berlangsung di Kota Siak Sri Indrapura pada 6-8 Februari 2026 mendapat apresiasi dari Bupati Siak, Afni Zulkifli. Acara ini diselenggarakan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Siak. Afni menekankan bahwa layang-layang adalah permainan tradisional yang telah lama dimainkan oleh anak-anak dan kini dikemas dalam bentuk festival untuk menarik wisatawan.
Dalam sambutannya saat membuka festival, Jumat (6/2/2026), Afni menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya melestarikan permainan tradisional di Kabupaten Siak. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menghadirkan hiburan semata, melainkan juga menunjukkan kepedulian kita dalam menjaga dan melestarikan permainan tradisional di Kabupaten Siak,” ujarnya.
Afni menambahkan bahwa festival ini membangkitkan kenangan masa kecil yang penuh kebersamaan dan keceriaan. “Tradisi inilah menurut saya yang menimbulkan kerinduan kita. Layang-layang ini juga berkaitan dengan bagaimana kita berstrategi dengan angin dan langkah kaki kita. Layang-layang juga merupakan warisan budaya tak benda kita yang harus kita jaga,” kata dia.
Ketua Umum Kormi Kabupaten Siak, Sujarwo, menjelaskan bahwa tujuan dari Festival Layangan Siak adalah untuk melestarikan budaya Melayu dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM. “Kami melaksanakan festival layang-layang ini supaya permainan yang merupakan budaya dan menjadi kegiatan masyarakat ini terus terjaga dan tidak hilang ditelan bumi,” terangnya.
Sujarwo juga menyebutkan bahwa permainan layang-layang berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan, terutama melalui penanaman kembali pohon bambu sebagai bahan utama layangan. “Kalau bambu sudah ditanam lagi maka Siak akan kembali hijau. Festival layangan ini ke depan akan kita dorong setiap tahun agar masyarakat juga berupaya menanam bambu di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Festival Layangan Siak mempertandingkan tujuh kategori, yaitu Layang Dengung, Layang Pegon, Layang Wau Kuau, Layang Ram-raman, Layang Lampu (eksibisi) dengan 80 peserta, Layang Sawai dengan 174 peserta, serta Layang Sampuk dengan 64 peserta kategori adu. Pelaksanaan festival ini tersebar di tiga lokasi, yakni di samping RSUD Tengku Rafi’an Siak, Lapangan Depan Istana Siak, dan depan Kelenteng. Selain perlombaan layang-layang, panitia juga menyediakan bazar UMKM serta hiburan sulap bagi masyarakat.





















