Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan rapat untuk mematangkan rencana pembangunan infrastruktur strategis di Pekanbaru. Pertemuan ini fokus pada pemanfaatan aset untuk pengembangan Jalan Pepaya, yang bertujuan mengurai kemacetan dan meningkatkan akses transportasi di ibu kota provinsi tersebut.
Staf Khusus Kementerian ATR/BPN, Rezka Oktoberia, menyatakan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN. “Hari ini kita melakukan rapat tindak lanjut dari pertemuan Pak Plt Gubernur Riau dengan Sekjen Kementerian ATR/BPN terkait dukungan kementerian terhadap perencanaan pembangunan Provinsi Riau ke depan,” ujar Rezka dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, pada Jumat (6/2/2026).
Rezka menjelaskan bahwa dukungan Kementerian ATR/BPN akan diarahkan pada pemanfaatan aset strategis milik Kanwil BPN Riau, yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan infrastruktur jalan, termasuk di kawasan Jalan Pepaya, Kota Pekanbaru. “Kami membahas bagaimana aset dari BPN nantinya bisa menjadi salah satu lokasi pengembangan infrastruktur di Provinsi Riau, khususnya di Jalan Pepaya Pekanbaru,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh langkah perencanaan dan implementasi pembangunan akan berpedoman pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini menjadi komitmen utama agar setiap keputusan pembangunan memiliki dasar hukum yang kuat dan akuntabel. “Harapannya kita bisa menindaklanjuti sesuai aturan. Kami siap mendukung pengembangan atau perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau,” katanya.
Rezka juga menambahkan bahwa Kementerian ATR/BPN dan Pemprov Riau berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi secara berkelanjutan, baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan. “Yang pasti kita bersinergi dan berkolaborasi. Nantinya akan ada pembahasan lanjutan bersama Pemprov Riau agar seluruh proses berjalan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil nantinya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pembangunan yang direncanakan tidak hanya untuk memperindah kota, tetapi juga untuk menciptakan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah yang lebih baik. “Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik. Keputusan apa pun nanti harus sesuai dengan regulasi dan berdampak nyata bagi masyarakat Provinsi Riau,” harapnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut baik dukungan dan sinergi dari Kementerian ATR/BPN terhadap rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, perluasan Jalan Pepaya merupakan solusi strategis untuk mengatasi kemacetan di kawasan pusat kota dan mendorong efisiensi mobilitas warga. “Kalau Jalan Pepaya ini bisa diperluas, kemacetan bisa teratasi. Jadi pengendara tidak hanya menumpuk di Jalan Sudirman. Ini pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat kita,” tutur SF Hariyanto.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian ATR/BPN menjadi bentuk nyata dari komitmen bersama membangun Riau yang maju, produktif, dan berdaya saing.








