Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengintensifkan edukasi kesiapsiagaan gempa untuk keluarga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama di daerah rawan gempa. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, menekankan pentingnya mengendalikan kepanikan sebagai langkah awal yang paling krusial.
“Saat rumah mulai goyang jangan panik. Ingat ini saja dulu, jatuhkan badan, lindungi kepala dan leher, lalu bertahan di tempat aman,” ujar Rusli pada Rabu (4/2/2026). Ia juga memberikan panduan praktis dengan menyarankan agar mencari perlindungan di bawah meja yang kuat. Jika tidak ada meja, kepala dapat dilindungi menggunakan bantal, tas, atau tangan.
Rusli menjelaskan bahwa edukasi kesiapsiagaan gempa untuk keluarga juga mencakup upaya menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman ketika guncangan terjadi. “Jauhi lemari, kaca, dan benda keras yang berpotensi jatuh. Matikan kompor jika memungkinkan dan aman untuk dilakukan. Orang tua diharapkan fokus mengamankan anak dan lansia, sambil saling memanggil nama untuk memastikan semua anggota keluarga dalam keadaan baik,” tambahnya.
Setelah gempa berhenti, Rusli berpesan agar masyarakat keluar dari rumah dengan tenang dan tertib. “Gunakan sandal atau sepatu untuk menghindari pecahan, hindari dorong-dorongan, bantu anak serta lansia, dan arahkan semua menuju titik kumpul keluarga yang telah ditetapkan,” tutupnya. (mcgorontaloprov/ppid)






















