Headline.co.id, Pekanbaru ~ Masyarakat Provinsi Riau diimbau untuk waspada terhadap penipuan digital yang semakin marak, terutama yang mencatut nama pejabat publik. Modus penipuan ini dilakukan dengan membuat akun media sosial palsu yang menyerupai akun resmi, bertujuan untuk menipu masyarakat umum dan aparatur sipil negara.
Kasus terbaru melibatkan akun Facebook palsu yang mengatasnamakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Akun tersebut menggunakan foto profil yang menyerupai foto resmi dan mencantumkan jabatan strategis pemerintahan untuk meyakinkan pengguna media sosial.
Tim siber Pemerintah Provinsi Riau menemukan akun dengan nama pengguna Sofyan Franyata Hariyanto yang mencantumkan keterangan profil sebagai “Wakil Gubernur Riau 2025–2030”. Penyebutan periode jabatan tersebut diduga sengaja digunakan untuk memberikan kesan formal dan kredibel.
Selain itu, akun palsu tersebut juga mencantumkan informasi personal secara detail, seperti domisili di Kota Pekanbaru dan riwayat pendidikan di SMA Negeri 1 Pekanbaru. Langkah ini diduga dilakukan untuk mengecoh masyarakat, termasuk orang-orang yang mengenal pejabat bersangkutan.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Mardoni Akrom, menegaskan bahwa akun tersebut sepenuhnya tidak benar atau hoaks dan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan Plt Gubernur Riau. “Kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahwa akun Facebook yang mengatasnamakan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto adalah hoaks. Akun tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Mardoni dalam keterangan pers di Pekanbaru, Selasa (3/2/2026).
Pemerintah Provinsi Riau mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi, unggahan, maupun pesan pribadi yang berasal dari akun tersebut. Warga juga diminta untuk tidak menanggapi permintaan pertemanan atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.
Selain itu, masyarakat diharapkan aktif menggunakan fitur lapor (report) pada platform Facebook agar akun palsu tersebut dapat segera diblokir secara permanen. “Jika menerima pesan pribadi, permintaan pertemanan, atau instruksi apa pun yang mengatasnamakan Plt Gubernur Riau, mohon untuk mengabaikan dan segera melaporkannya. Informasi resmi pemerintah hanya disampaikan melalui saluran resmi Pemerintah Provinsi Riau,” pungkas Mardoni.




















