Headline.co.id, Sleman ~ Pemerintah Kapanewon Depok di Kabupaten Sleman telah meluncurkan sosialisasi perdana aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai langkah strategis untuk memperkuat validasi data kemiskinan. Acara sosialisasi ini diadakan di Balai Dusun Demangan, Maguwoharjo, pada Senin (2/2/2026), menandai dimulainya proyek percontohan sistem digital yang diharapkan dapat meningkatkan akurasi, kecepatan, dan transparansi dalam penyaluran berbagai bantuan sosial di wilayah tersebut.
Aplikasi Perlinsos merupakan bagian dari program percontohan nasional yang hanya diterapkan di 40 titik di seluruh Indonesia. Inovasi ini mengedepankan integrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai prasyarat akses utama. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa penerima manfaat adalah warga yang telah terverifikasi secara sah dalam database kependudukan nasional, sehingga potensi salah sasaran atau duplikasi data dapat ditekan secara signifikan.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, menekankan bahwa transformasi digital ini dirancang untuk inklusif. Pihaknya telah mengantisipasi kendala yang mungkin dialami oleh kelompok lansia atau warga yang belum memiliki perangkat smartphone yang memadai. “Tidak ada yang akan tertinggal. Bagi lansia atau warga dengan kendala perangkat, aktivasi IKD akan dibantu sepenuhnya oleh petugas pendamping. Layanan aktivasi juga tersedia di kantor kecamatan,” tegas Subekti.
Lebih lanjut, Subekti menjelaskan kesiapan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako yang dijadwalkan cair pada Februari mendatang. Ia menekankan pentingnya peran pendampingan keluarga, khususnya bagi penerima manfaat lansia, dalam proses dokumentasi dan validasi data di lapangan. “Kami mewajibkan lansia didampingi keluarga saat pendataan. Ini untuk memastikan foto dokumentasi dan informasi yang masuk sesuai kondisi riil, sehingga akurasi data benar-benar terjamin,” katanya.
Selain fokus pada aplikasi Perlinsos, kegiatan sosialisasi juga dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kebijakan terbaru, seperti prosedur klaim BPJS Kesehatan pada hari libur. Melalui rangkaian edukasi ini, Pemerintah Kapanewon Depok berharap dapat membangun literasi digital masyarakat dan memperlancar transisi menuju birokrasi digital yang lebih efektif.
Implementasi aplikasi Perlinsos tidak sekadar modernisasi administrasi, melainkan sebuah ikhtiar konkret untuk membangun sistem perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan warga Sleman. (Athiful/KIM Depok)




















