Headline.co.id, Bantul ~ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 3 Universitas Alma Ata menggelar pelatihan literasi digital di SMA Negeri 1 Kasihan, Kabupaten Bantul, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema pengenalan algoritma pemrograman dengan bahasa Python dan menyasar siswa kelas XII-8. Pelatihan dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman teknologi informasi sekaligus menumbuhkan minat siswa terhadap dunia pemrograman sejak dini.
Pelatihan dipandu oleh dua mahasiswa KKN UAA, Sarwo Miju dan Alwi Maksum, yang bertindak sebagai pemateri utama di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Dr. Dadang Heksaputra, S.Kom., M.Kom. Tidak hanya menyampaikan teori, keduanya mahasiswa tersebut mengajak siswa mempraktikkan langsung logika pemrograman dengan membuat game sederhana. Metode interaktif tersebut dipilih agar siswa lebih mudah memahami konsep algoritma tanpa merasa terbebani oleh kompleksitas kode.
Mahasiswa KKN dari Program Studi Sistem Informasi, Sarwo Miju, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam mengajarkan pemrograman kepada siswa sekolah adalah menghilangkan rasa takut terhadap kode yang dianggap rumit.
“Kami berusaha mengemas materi teknis ini dari sudut pandang yang berbeda. Kami tidak ingin siswa hanya menghafal sintaks, tapi memahami logika di baliknya. Dengan mengajak mereka langsung membuat game, proses belajar jadi terasa seperti bermain. Harapannya, mereka sadar bahwa pemrograman itu sebenarnya seru dan bisa dipelajari oleh siapa saja,” ujar Sarwo di sela kegiatan.
Selama sesi berlangsung, antusiasme siswa terlihat cukup tinggi. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar bahasa Python, pemahaman struktur logika algoritma, hingga eksekusi kode yang menghasilkan sebuah game sederhana. Siswa tampak aktif bertanya dan mengikuti setiap tahapan praktik yang diberikan.
Guru Informatika SMA Negeri 1 Kasihan, Muhammad Tsawabul Latif, S.Kom., mengapresiasi pelatihan yang digelar mahasiswa KKN UAA tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat fundamental dalam membentuk pola pikir logis dan kritis siswa.
“Pelatihan Python ini sangat mendukung pembentukan cara berpikir seseorang. Bagi remaja, ini penting untuk menyadarkan mereka bahwa berpikir kritis itu membutuhkan penerapan algoritma agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Anak Rantau di Jogja, Mahasiswa Sistem Informasi UAA Persembahkan Film Hari Ibu 2025
Latif menambahkan bahwa Python merupakan bahasa pemrograman yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. “Python itu bahasanya luas, bisa digunakan dari hal sederhana hingga yang kompleks, sehingga sangat membantu dalam pemecahan masalah. Harapan saya, anak-anak tidak berhenti di sini, tapi terus belajar dan berinovasi karena teknologi akan selalu berkembang,” tambahnya.
Respons positif juga disampaikan oleh salah satu peserta, Ahmad Mawla Ushaima, siswa kelas XII-8. Ia mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran sebelumnya.
“Jujur, sebelumnya sudah pernah ada penjelasan terkait Python, cuma bagi saya penjelasan dari kakak-kakak Alma Ata ini lebih konek. Bahasanya lebih mudah dipahami, dijelaskan alur programnya bagaimana dan hasil akhirnya nanti seperti apa,” tuturnya.
Baca juga: Prodi Sistem Informasi Universitas Alma Ata Wisuda 42 Lulusan, Termasuk Mahasiswa Internasional
Ahmad juga menyebut pandangannya terhadap dunia koding mulai berubah setelah mengikuti pelatihan tersebut. “Saya baru tahu kalau dari beberapa bahasa pemrograman, Python itu ternyata yang paling simpel. Mungkin saya akan tertarik buat belajar lebih lanjut nanti, walaupun tidak langsung sekarang,” katanya.
Kegiatan pelatihan literasi digital ini merupakan bagian dari program kerja unggulan KKN-T Kelompok 3 Universitas Alma Ata. Melalui program tersebut, mahasiswa berharap dapat menanamkan fondasi literasi teknologi yang kuat bagi generasi muda, sehingga tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkembang sebagai calon inovator di era digital.








