Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya memperkuat layanan ketenagakerjaan dengan menerapkan skema Walk In Interview. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas rekrutmen tenaga kerja agar lebih tepat sasaran dan efisien. Skema ini mulai diterapkan pada tahun 2026 dan bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan langsung pencari kerja dan perusahaan di lokasi yang disediakan oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subechan, menjelaskan bahwa Walk In Interview memiliki kesamaan dengan job fair, yaitu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Namun, pelaksanaannya lebih fleksibel dan dapat dilakukan secara berkala tanpa harus menunggu acara besar. “Walk In Interview ini pada prinsipnya hampir sama dengan job fair, yaitu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Bedanya, pelaksanaannya lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan fasilitas yang tersedia,” ujarnya pada Kamis (29/1/2026).
Menurut Subechan, skema ini memberikan nilai tambah dari sisi kualitas layanan. Dengan jumlah peserta yang lebih terkontrol, proses wawancara dapat dilakukan secara lebih mendalam dan fokus, sehingga menghasilkan kecocokan yang lebih baik pelamar dan kebutuhan perusahaan. “Dengan skala yang lebih kecil, proses wawancara bisa lebih intensif. Perusahaan dan pencari kerja dapat berinteraksi lebih langsung dan mendalam,” jelasnya.
Dari sisi perusahaan, skema ini memungkinkan proses seleksi awal yang lebih optimal. Perusahaan dapat mengidentifikasi kandidat yang sesuai sejak tahap awal, baik dari segi keterampilan teknis, kesiapan kerja, hingga etos dan karakter kerja. Hal ini membuat rekrutmen menjadi lebih efisien dengan menekan potensi ketidaksesuaian kebutuhan perusahaan dan profil pelamar.
Bagi pencari kerja, skema ini memberikan pengalaman rekrutmen yang lebih manusiawi dan terarah. Peserta tidak hanya menyerahkan dokumen lamaran, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kompetensi, menjelaskan potensi diri, serta membangun komunikasi langsung dengan pihak perusahaan. Pola ini mendorong pencari kerja agar lebih siap menghadapi proses seleksi, karena wawancara dilakukan dalam situasi yang lebih kondusif.
Pelaksanaan Walk In Interview memanfaatkan aula Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang sebagai lokasi kegiatan. Pemanfaatan fasilitas internal ini mencerminkan kebijakan layanan publik yang mengutamakan efektivitas, yaitu kegiatan tetap berjalan optimal tanpa memerlukan pembiayaan besar, namun tetap menjaga mutu pelayanan.
Lebih dari sekadar mekanisme rekrutmen, skema Walk In Interview juga diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan daerah. Pemerintah berperan aktif sebagai penghubung kebutuhan dunia usaha dengan kesiapan tenaga kerja lokal. Dengan demikian, peluang kerja tidak berhenti pada tahap informasi semata, tetapi berlanjut pada proses seleksi yang konkret.
Melalui penerapan skema Walk In Interview secara berkala, Pemkab Lumajang berharap akses kerja bagi masyarakat tidak bersifat musiman. Kesempatan kerja dapat dibuka secara bertahap dan berkelanjutan, menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran melalui penempatan tenaga kerja yang presisi dan sesuai kebutuhan industri.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Lumajang dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berorientasi hasil. Pemerintah daerah berupaya mendekatkan layanan publik, memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal, serta memastikan setiap program ketenagakerjaan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.




















