Headline.co.id, Bantul ~ Universitas Alma Ata secara resmi menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) Kelompok 1 di Padukuhan Sungapan, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Selasa (27/1/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini secara simbolis diserahkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan Yanuar Wicaksono, M.Kom, dan diterima langsung oleh Dukuh Sungapan, Fuady. Penerjunan tersebut merupakan bagian dari KKNT Periode 1 Tahun 2026 yang mengusung tema penguatan edukasi gaya hidup CERDIK dan literasi teknologi digital untuk membangun desa tangguh penyakit tidak menular. Program ini melibatkan 11 mahasiswa lintas program studi.
Sebanyak 11 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 1 berasal dari Program Studi Sistem Informasi, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Pendidikan Matematika, dan Informatika. Kehadiran mahasiswa lintas disiplin ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang komprehensif, baik dalam edukasi kesehatan, penguatan kapasitas masyarakat, maupun pemanfaatan teknologi digital di tingkat padukuhan.
Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Yanuar Wicaksono, M.Kom, menilai tema KKNT tahun ini sangat relevan dengan tantangan masyarakat desa. Ia menekankan pentingnya integrasi antara edukasi kesehatan dan literasi teknologi digital sebagai upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular.
“Literasi digital desa bukan sekadar mengenalkan penggunaan gawai atau media sosial, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk edukasi kesehatan, pengelolaan data warga, penyebaran informasi yang akurat, serta mendukung pelayanan publik yang lebih efisien,” ujar Yanuar kepada Headline Media.
Menurut Yanuar, pendekatan CERDIK yang dipadukan dengan teknologi digital memungkinkan pesan-pesan kesehatan tersampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan. Konten edukasi dapat dikemas dalam bentuk media digital sederhana, seperti infografik, video singkat, maupun sistem informasi berbasis web yang mudah diakses masyarakat.
“Mahasiswa Sistem Informasi kami dorong untuk menghadirkan solusi nyata, misalnya membuat media edukasi digital tentang pencegahan penyakit tidak menular, pendataan kegiatan warga, atau dashboard informasi desa yang mudah digunakan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi diharapkan mampu mentransfer keterampilan digital secara aplikatif kepada warga, sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Yanuar berharap sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dapat mempercepat transformasi digital di tingkat padukuhan, sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya gaya hidup sehat berbasis edukasi CERDIK.
“Jika literasi digital masyarakat meningkat, maka program kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik desa akan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Universitas Alma Ata melaksanakan Penerjunan KKNT Periode 1 Tahun 2026 dengan tema “Membangun Desa Tangguh Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Integrasi Edukasi Gaya Hidup CERDIK, Penguatan Pendidikan Masyarakat, dan Literasi Teknologi Digital,” sebagai wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis edukasi dan teknologi.








