Headline.co.id, Agam ~ Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat penyelesaian pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang terdampak bencana. Langkah ini dilakukan dengan mengintensifkan koordinasi lintas perangkat daerah. Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menegaskan komitmen ini dalam rapat evaluasi pembangunan Huntara yang diadakan secara virtual dari Pos Komando Bencana Alam di Balairong Rumah Dinas Bupati Agam, Senin (20/1/2026).
Rapat tersebut diadakan menjelang peresmian Huntara yang berlokasi di SDN 05 Salareh Aia, yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Wakil Bupati menekankan pentingnya memanfaatkan sisa waktu yang terbatas dengan optimal melalui sinergi dan percepatan kerja di lapangan.
Dalam arahannya, Muhammad Iqbal menyoroti beberapa aspek penting yang masih perlu diselesaikan, seperti penyelesaian saluran pembuangan air, ketersediaan listrik, fasilitas sanitasi, serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya agar Huntara benar-benar layak huni. “Waktu kita hanya tinggal dua hari menjelang peresmian. Seluruh persiapan harus benar-benar matang, tidak hanya bangunan fisik, tetapi juga fasilitas pendukungnya,” tegasnya.
Selain kesiapan fisik, Wakil Bupati juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat untuk segera melengkapi serta memverifikasi data pendukung, termasuk data terdampak hunian (DTH) dan data teknis lainnya. Data ini akan menjadi bagian penting dalam paparan Bupati Agam saat peresmian, sekaligus mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam proses pemulihan pascabencana.
Ia berharap setiap perangkat daerah menjalankan peran dan tanggung jawab sesuai bidangnya masing-masing, sehingga tidak ada kendala berarti menjelang peresmian Huntara dan masyarakat dapat segera menempati hunian sementara tersebut dengan aman dan nyaman.
Rapat evaluasi dilanjutkan dengan diskusi teknis serta laporan dari masing-masing OPD dan camat mengenai progres terkini pembangunan Huntara, tingkat penyelesaian pekerjaan, serta kesiapan teknis pelaksanaan peresmian. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan memastikan program pemulihan berjalan terukur dan tepat sasaran.




















