Headline.co.id, Bantul ~ Sebuah gudang kayu milik warga di Padukuhan Kadirojo, Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, dilalap api pada Jumat (16/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga dipicu kebocoran pipa pada alat oven kayu yang berada di dalam gudang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa gudang yang terbakar merupakan milik Suwardi (69), seorang wiraswasta asal Kadirojo, Palbapang, Bantul. Informasi kejadian diterima kepolisian melalui laporan tertulis yang disampaikan kepada headline.co.id.
“Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di gudang kayu milik Bapak Suwardi. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah bocornya pipa alat oven kayu,” ujar Iptu Rita Hidayanto dalam keterangan tertulisnya.
Kronologi kejadian bermula ketika saksi Suhadi (38), yang rumahnya berada di sebelah timur gudang, mendengar suara kayu terbakar cukup keras saat berada di dalam rumah. Merasa curiga, Suhadi kemudian memastikan sumber suara tersebut dan mendapati bagian oven kayu di dalam gudang sudah dilalap api.
Melihat kondisi tersebut, Suhadi segera memberitahukan kejadian itu kepada Sulistiyono (59), yang merupakan anak menantu pemilik gudang sekaligus saksi lainnya. Selanjutnya, Sulistiyono menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul untuk meminta bantuan pemadaman.
“Sekitar lima menit setelah laporan diterima, dua unit truk pemadam kebakaran dan satu unit mobil rescue tiba di lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 04.30 WIB,” jelas Iptu Rita.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah aset milik korban mengalami kerusakan. Di antaranya satu unit alat oven kayu dan 16 lembar kayu munggur yang berada di dalam gudang. Berdasarkan keterangan pemilik, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp48.000.000.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. Aparat juga mengimbau pemilik usaha yang menggunakan peralatan pemanas atau mesin berisiko tinggi agar rutin melakukan pengecekan dan perawatan, guna mencegah kejadian serupa terulang.





















