Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa potensi hujan ringan hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang pada Rabu (14/1/2026). Peringatan ini ditujukan kepada masyarakat di sejumlah kota besar di Indonesia, menyusul terdeteksinya dinamika atmosfer yang meningkatkan pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada aktivitas warga, terutama yang beraktivitas di luar ruangan dan wilayah pesisir. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau pembaruan informasi cuaca.
BMKG mencatat adanya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di beberapa wilayah perairan dan daratan Indonesia, mulai dari selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Aceh sampai Sumatera Utara, serta pesisir timur Papua. Pola pertemuan massa udara ini memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan dan meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem.
Prakirawan BMKG, Yuyun, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
“Fenomena konvergensi dan konfluensi ini meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Yuyun.
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi di beberapa kota besar, antara lain Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Tanjung Selor, Kupang, Ternate, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Warga di wilayah tersebut diminta lebih waspada terhadap potensi genangan, gangguan transportasi, serta risiko sambaran petir.
Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan mengguyur Pekanbaru, Bengkulu, Tanjung Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Samarinda, Mataram, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Palu, Sorong, dan Manokwari.
Adapun beberapa kota besar lainnya diprakirakan mengalami kondisi berawan, di antaranya Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Denpasar, Makassar, Manado, Ambon, dan Nabire.Selain faktor konvergensi dan konfluensi, BMKG juga mendeteksi kemunculan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah selatan NTB.
Fenomena ini dinilai dapat memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, termasuk peningkatan intensitas hujan dan penguatan angin permukaan.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah pesisir dan perairan.
“Masyarakat perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir, angin kencang, serta gelombang laut setinggi dua meter atau lebih,” kata Satria.
BMKG mencatat angin permukaan di wilayah NTB bertiup dominan dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan maksimum mencapai 35 kilometer per jam. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan pelayaran, aktivitas nelayan, serta keselamatan wisata bahari.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan, sektor transportasi, dan kawasan pesisir. Kewaspadaan dini diharapkan dapat meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.





















