Headline.co.id, Redelong ~ Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, bersama Wakil Bupati Armia, mengadakan rapat koordinasi mengenai Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) pascabencana hidrometeorologi pada Selasa (13/1/2026). Pertemuan ini berlangsung di Aula Pendopo Kabupaten Bener Meriah dan dihadiri oleh para camat, bedel, dan reje kampung.
Dalam rapat tersebut, hadir pula Sekretaris Daerah Riswandika Putra, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Khairmansyah, Direktur Peringatan Dini BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bener Meriah Alfamidi, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait.
Bupati Tagore Abubakar menekankan pentingnya akurasi data dalam pendataan masyarakat terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa keabsahan data sangat menentukan keberhasilan penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat. “Saya harap reje kampung mendata masyarakat yang menjadi korban secara akurat dan bekerja sesuai fakta di lapangan. Data harus riil, karena nasib rakyat ada di tangan reje. Jangan sampai niat baik pemerintah ini disalahgunakan,” ujar Tagore Abubakar.
Wakil Bupati Armia menambahkan bahwa dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, pemerintah menetapkan empat kategori bantuan, yaitu rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, dan relokasi. “Kami berharap para reje dapat memberikan data yang akurat. Pendataan ini menjadi dasar pemberian bantuan hunian sementara menuju hunian tetap,” jelas Armia.
Selain bantuan hunian, Armia menyebutkan bahwa terdapat bantuan lain yang bersumber dari Dinas Sosial. Oleh karena itu, pendataan korban harus dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Kedua pimpinan daerah Kabupaten Bener Meriah tersebut menegaskan bahwa niat baik pemerintah dalam membantu masyarakat harus dijadikan semangat bagi seluruh aparatur desa untuk bekerja jujur, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat. (Rel/MC Bener Meriah)


















