Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi kepada berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), atas dukungan mereka dalam mewujudkan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Program ini melibatkan 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kemkomdigi atas kesiapan jaringan dan infrastruktur digital yang mendukung kegiatan belajar,” ujar Mensos saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Kemkomdigi siap mendukung program Sekolah Rakyat dengan menyediakan konektivitas internet, penguatan jaringan sekolah, serta literasi dan keterampilan digital. “Dukungan ini memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar di seluruh wilayah,” kata Meutya Hafid. Dukungan dari Kemkomdigi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan Sekolah Rakyat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga didukung konektivitas digital agar proses pembelajaran dapat berjalan setara di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membangun 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak belajar tanpa terhalang faktor ekonomi dan wilayah. Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak, dengan pusat kegiatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Dalam peresmian tersebut, Presiden didampingi oleh para menteri, termasuk Menkomdigi Meutya Hafid.
Pada kesempatan itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat. Dia menyebut Sekolah Rakyat sebagai langkah terobosan dan langkah berani untuk menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja mewujudkan langkah terobosan ini. Saya terharu melihat dampaknya bagi anak-anak kita,” ujar Prabowo.
Program pendidikan ini telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa dengan dukungan lebih dari 2 ribu guru serta hampir 5 ribu tenaga kependidikan. Fasilitas yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat terbilang komprehensif, bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang setara dan mendukung. Setiap siswa akan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, mulai dari berat dan tinggi badan hingga pemeriksaan gigi, mata, jantung, dan darah.
Mereka juga dilengkapi dengan berbagai seragam lengkap, mulai dari jas almamater, seragam dinas, batik, olahraga, Pramuka, hingga jas laboratorium. Pendekatan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya akademis. Siswa akan menjalani pemetaan bakat (talent mapping), pemeriksaan kompetensi dasar akademik dan literasi digital, serta pembentukan kebiasaan baru yang disiplin dan sehat.
Seluruh siswa tinggal di asrama dengan standar layak, nyaman, dan bersih, serta mendapatkan jaminan makan tiga kali sehari ditambah dua kali camilan dengan gizi yang terpantau oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dari sisi penunjang belajar, siswa dibekali dengan perlengkapan sekolah lengkap, laptop, smartboard, dan pembelajaran berbasis digital. Pola pembelajarannya terintegrasi; pendidikan formal dijalani pada siang hari, sementara pada malam hari siswa akan mendapatkan penguatan pendidikan karakter yang mencakup nilai-nilai agama, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.




















