Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan bahwa potensi area untuk rehabilitasi pasca-bencana di Sumatra mencapai 49.197 hektare. Area terluas yang memerlukan rehabilitasi berada di Sumatera Utara. Direktur Rehabilitasi Hutan Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut, M Saparis Soedarjanto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap potensi rehabilitasi di kawasan yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatra.
Saparis menjelaskan bahwa sebelumnya, pihaknya juga telah mengidentifikasi sejumlah area rehabilitasi hutan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan laporan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan di Sumatera Barat, area rehabilitasi seluas 1 hektare telah terdampak bencana tersebut. Selain itu, BPDAS Asahan Barumun di Sumatera Utara melaporkan bahwa area seluas 10 hektare di Desa Singgalang, yang direncanakan untuk penanaman pada 2024, juga terdampak.
Di wilayah BPDAS Krueng Aceh, area seluas 280 hektare yang ditanami pada 2025, serta 40 hektare yang ditanami pada 2024 di lokasi berbeda, turut terdampak. Data ini merupakan hasil identifikasi cepat yang dilakukan pada periode 28 November hingga 10 Desember 2025 dan dapat berubah seiring dengan penambahan data terbaru.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 1.180 orang meninggal dunia akibat bencana di beberapa wilayah di Sumatra. Selain itu, 145 orang masih dinyatakan hilang dan 238 ribu orang terpaksa mengungsi, berdasarkan data per Jumat (9/1).



















