Headline.co.id, Bantul ~ Sebuah ban truk Colt T meletus di wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (4/1/2026) sore dan sempat menghebohkan warga setelah informasinya beredar di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.04 WIB di Karangturi RT 07 Mangisan, Baturetno, Banguntapan. Kepolisian memastikan suara keras itu bukan ledakan bom, melainkan ban kendaraan yang pecah akibat kondisi sudah aus.
Keterangan resmi ini disampaikan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kepada headline.co.id secara tertulis.
Iptu Rita menjelaskan, pihaknya menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial terkait dugaan ledakan di wilayah Banguntapan. “Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, diketahui telah terjadi ban Colt T dengan nomor polisi AB 8896 VK meletus,” jelasnya.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah truk Colt T milik Samijan (50), warga Potorono, Banguntapan, yang berprofesi sebagai pedagang material bangunan. Saat kejadian, Samijan tengah mengendarai kendaraannya dengan tujuan menuju rumah adiknya di Karangturi Mangisan, Baturetno.
Menurut laporan kepolisian, ban belakang sebelah kanan truk tiba-tiba meletus di tengah perjalanan. Ledakan ban tersebut menimbulkan suara sangat keras yang terdengar hingga radius sekitar 500 meter dan menyerupai suara bahan peledak. Hal ini diperkuat oleh keterangan para saksi yang berada di sekitar lokasi.
Saksi pertama, Nurdien (57), warga Karangturi RT 07 Mangisan, mengaku mendengar suara ledakan cukup keras dari arah jalan. Saksi kedua, Yanto (40), warga Kuncen RT 05 Mangisan, juga menyatakan hal serupa. “Suaranya keras sekali, seperti ledakan,” demikian keterangan saksi sebagaimana disampaikan dalam laporan polisi. Saksi ketiga, Bayu Hermawan (30), seorang tukang parkir di depan Kantor Kapanewon Banguntapan, turut mendengar suara ledakan tersebut.
Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Namun demikian, pemilik kendaraan mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp700.000 akibat kerusakan ban.
Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian menyimpulkan bahwa penyebab ban meletus diduga karena kondisi ban yang sudah tipis dan serat ban terlihat jelas. Hal tersebut juga dibenarkan oleh korban. “Ban tersebut memang rencananya akan segera diganti karena sudah tipis dan serat putihnya terlihat,” terang Iptu Rita mengutip keterangan korban.
Pengecekan TKP dilakukan oleh piket fungsi Polres Bantul yang dipimpin oleh KSPK Aiptu Oni Indarto. Polisi memastikan situasi di lokasi kejadian aman dan tidak ditemukan unsur tindak pidana maupun bahan berbahaya lainnya.






















