Gunakan Seragam SD, Warga Jogja Protes Kecurangan Pemilu di Depan KPU DIY ~ Headline.co.id (Jogja). Sebuah pemandangan tak lazim menyita perhatian di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini. Seragam SD, kursi-kursi kecil, dan papan tulis menjadi perangkat utama aksi yang diberi nama “Belajar Berhitung” oleh Gerakan Rakyat Untuk Demokrasi dan Keadilan (Garda).
Baca juga: Pria Asal Sedayu Bantul Nekat Gantung diri, Diduga Depresi Masalah Wanita
Sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan ini menggelar aksi teaterikal sebagai bentuk kekecewaan atas dugaan kecurangan yang melanda proses pemilu baru-baru ini. Dalam aksi yang dihelat di depan kantor KPU DIY, mereka membentuk sebuah “kelas” yang diberi nama SD Negeri Koplak, sambil memparodikan suasana pembelajaran matematika.
Dalam keterangan tertulis, SD Negeri Koplak disebut memiliki kurikulum khusus yang mempelajari cara cepat mengubah konstitusi, strategi meraih suara pemilu, hingga memperalat aparat demi kepentingan politik tertentu. Hal ini dianggap sebagai simbol untuk mengingatkan KPU akan pentingnya memahami dasar-dasar matematika SD, serta menghindari praktek-praktek yang merugikan dalam proses pemilu.
Baca juga: Wakapolresta Tangerang Periksa Perlengkapan Dalmas untuk Antisipasi Pasca Pemilu
Korlap aksi, Agus Munandar, menjelaskan bahwa kehadiran massa aksi adalah bagian dari upaya menjaga demokrasi dan konstitusi. “Kami datang ke kantor KPU untuk menyampaikan aspirasi dan keprihatinan kami, karena pemilu kali ini sungguh ‘gila’,” ujarnya dengan tegas.
Menurut Munandar, aksi ini tidak berkaitan dengan paslon tertentu, melainkan merupakan perwujudan dari kepedulian masyarakat terhadap masa depan demokrasi di Indonesia. “Ini bukan tentang Ganjar-Mahfud, Anies-Muhaimin, atau Prabowo-Gibran. Ini tentang kita semua, tentang Indonesia,” tambahnya.
Kritik terhadap kinerja KPU dan Bawaslu selama pemilu 2024 juga menjadi sorotan dalam aksi ini. Munandar menyoroti berbagai dugaan kecurangan, seperti penggelembungan suara dan politik uang, yang menurutnya telah merusak integritas proses demokrasi.
Baca juga: Pemuda Desa Sebulu Ulu Ditangkap karena Menyetubuhi Anak di Bawah Umur 3 Kali di Lokasi Berbeda
Sementara itu, Ketua KPU DIY, Akhmad Sidqi, memberikan respons terhadap aksi tersebut dengan mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap proses pemilu. Meskipun mengakui adanya kelemahan dalam sistem rekapitulasi suara, Sidqi menegaskan bahwa KPU telah melakukan perbaikan untuk memastikan transparansi dalam proses tersebut.
Meski demikian, aksi “Belajar Berhitung” ini menjadi sebuah catatan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia, mengingatkan seluruh pihak akan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam setiap tahapan pemilu.
Terimakasih telah membaca Gunakan Seragam SD, Warga Jogja Protes Kecurangan Pemilu di Depan KPU DIY semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.
Baca juga: Dua Pelaku Klitih Diamankan di Seyegan, Sleman: Video Viral di Media Sosial


















